RADAR JOGJA - Di daerah Gunungkidul ada sebuah mitos yang terdengar mengerikan dan masih menyelimuti daerahnya.
Mitos ini menyebabkan orang yang ditujunya meninggal dengan cara gantung diri.
Fenomena ini cukup populer di daerah Gunungkidul karena kasus bunuh diri yang lumayan meningkat. Banyak masyarakat yang mengatakan jika kasus tersebut disebabkan oleh depresi, namun tidak sedikit juga yang yakin jika hal ini disebabkan oleh Pulung Gantung.
Sosok Pulung Gantung ini digambarkan sebagai sosok bola api berwarna merah kekuningan yang memancarkan cahaya dan memiliki ekor.
Pulung Gantung ini bergerak dengan melayang di udara dan selalu berpindah-pindah, sehingga orang yang dituju pun tidak akan tahu jika Pulung Gantung ini akan mengarah kepadanya.
Banyak cerita yang beredar jika Pulung Gantung berada di depan rumah seseorang, maka salah satu penghuninya akan ada yang bunuh diri dengan cara gantung diri.
Ada juga yang mengatakan, jika Pulung Gantung akan menabrakan wujudnya di atas genteng yang dipercaya salah satu penghuninya akan gantung diri.
Asal-usul Pulung Gantung ternyata masih ada kaitannya dengan Raja dari Majapahit yaitu Brawijaya V.
Saat Raja memutuskan untuk moksa, ia meninggalkan rakyatnya yang tidak tahu harus berbuat apa.
Pada akhirnya mereka pun bunuh diri, namun siapa sangka jika roh mereka tidak diterima oleh tuhan.
Roh tersebut pun akan menjadi Pulung Gantung yang akan mencari target agar sama seperti mereka.
Dibalik mitosnya, gantung diri bisa disebabkan oleh berbagai macam alasan seperti depresi, frustrasi atau masalah hidup yang sulit untuk diselesaikan.
Cerita yang beredar juga bisa memicu efek Werther, yaitu efek tiruan yang ditimbulkan media terhadap perilaku bunuh diri.
Editor : Winda Atika Ira Puspita