JOGJA - Amalia Nurul Fathonaty memiliki hobi unik, menggambar makhluk astral. Hobi berawal dari firasatnya yang kemudian dituangkan ke dalam goresan pena di atas kertas, menggunakan media kertas.
Ameng, sapaan akrabnya, mengakui memang memiliki hobi menggambar. Khususnya dalam bentuk karya dua dimensi seperti kartun.
Namun belakangan dia memiliki kegemaran lain, menggambar makhluk astral.
Bentuk karya makhluk astral yang dibuat mirip-mirip gambar ekspresif. Yakni bentuk gambar yang dibuat berdasarkan imajinasi dari penggambarnya. Beberapa karyanya seperti seseorang.
Tapi terkadang bentuk makhluk halus yang selama ini sudah banyak dikenal seperti genderuwo.
Ameng menceritakan dapat menggambar sosok makhluk astral berdasarkan imajinasinya.
Di mana dia mengaku dapat merasakan kehadiran sekaligus melihat sosok makhluk astral itu.
Penglihatannya lalu dia tuangkan ke dalam bentuk gambar melalui goresan pena.
Hasil karya makhluk astral yang dibuat Ameng pun kerap diunggah dalam sosial media Instagram miliknya @fathonaty.
Tepatnya pada highlight Mel’s The Myth. Di akun itu hasil gambar seperti sosok seseorang masa lampau kerap ditampilkan.
“Memang belum lama suka menggambar makhluk astral, baru tahun lalu. Awalnya iseng aja dan mencoba genre yang agak lain," ujar Ameng kepada Radar Jogja Selasa (28/1/2025).
Contoh gambar makhluk astral yang pernah dia buat adalah sosok penari. Dia dapat mengulik kisah sosok itu tentang masa hidupnya.
Misal bagaimana sosok tersebut menikmati kehidupannya untuk berkesenian.
Terkait awal mula kegemarannya terhadap makhluk astral, perempuan yang menempuh pendidikan bahasa Jawa di salah satu universitas negeri ini mengaku juga bisa berkomunikasi dengan sosok yang akan dia gambar.
Istilahnya, meminta izin agar sosok itu bersedia dibuat sebagai karyanya.
Kemampuan Ameng dalam menggambar makhluk astral ini juga tidak datang secara tiba-tiba.
Dia sendiri memiliki pengalaman dengan makhluk halus. Misalnya pernah didatangi kehadiran sosok tertentu ketika sedang beraktivitas.
Ameng pun sempat merasa bahwa kemampuannya menggambar hanya sebagai bentuk halusinasi.
Namun dia berusaha agar mencari validasi, termasuk berkonsultasi dengan seorang indigo yang mampu merasakan kehadiran makhluk halus.
Hasilnya, kehadiran makhluk astral yang dia lihat pun benar adanya. Dalam artian, memang ada wujud sosok tersebut sesuai penglihatan orang yang memiliki kemampuan indigo.
Kegiatan menggambar makhluk astral, menurut Ameng, juga menjadi salah satu upayanya untuk berdamai dengan kondisi diri.
Dia mencoba agar kemampuannya dalam melihat sosok makhluk halus itu bisa menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan.
Salah satunya dituangkan dalam bentuk gambar. "Ternyata cukup seru juga (menggambar makhluk astral). Saya bisa eksplor style gambar dengan genre yang agak nyentrik," terang Ameng. (inu/laz)