Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dua Hari, Kunjungan Pantai di Gunungkidul Tembus 100 Ribu Orang

Y
Penulis: Yusuf Bastiar❯
Wisatawan sedang menikmati keindahan Pantai Siung. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)
Wisatawan sedang menikmati keindahan Pantai Siung. (Yusuf Bastiar/Radar Jogja)

Advertisement

GUNUNGKIDUL - Ribuan wisatawan memadati kawasan pantai di Gunungkidul saat libur sekolah. Selama dua hari terakhir, jumlah kunjungan menembus 100 ribu orang. Pengunjung menyentuh angka 41 ribu wisatawan pada Sabtu (27/6). Sedangkan puncaknya mencapai sekitar 60 ribu pengunjung pada Minggu (28/6).

“Jadi selama dua hari libur sekolah ini jumlahnya sudah lebih dari 100 ribu wisatawan," ujar Sekretaris Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Gunungkidul Eko Nur Cahyo Senin (29/6).

Menurut Eko, kawasan pantai masih menjadi destinasi favorit wisatawan. Pantai Baron menjadi titik kunjungan tertinggi, sehingga kepadatan kendaraan maupun antrean di tempat pemungutan retribusi (TPR) tidak dapat dihindari.

Untuk menjaga kenyamanan pengunjung, disparekrafpora telah berkoordinasi dengan Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) terkait peningkatan pengawasan selama musim libur sekolah. Selain pengamanan rutin, dinasnya juga menyiapkan agenda Gunungkidul Geopark Night Specta Vol. 8.0 yang akan digelar selama libur sekolah. “Secara khusus memang kami tidak menyiapkan atraksi wisata selama momen libur sekolah ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator SRI Wilayah II Baron Marjono menjelaskan, sebanyak 64 personel diterjunkan untuk melakukan pengamanan dan pengawasan di kawasan Pantai Baron, Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal, Sundak, Pulang Sawal, Ngrenehan hingga Gesing, dan Bukit Paralayang.

Selama bertugas petugas mencatat sedikitnya empat kejadian yang memerlukan penanganan pada Minggu (28/6). Delapan wisatawan tersengat ubur-ubur yang tersebar di empat pantai. Selain itu, dua wisatawan mengalami kecelakaan laut di Pantai Buluk setelah tergulung ombak hingga mengalami luka-luka. 

Petugas, lanjutnya, juga mengevakuasi seorang wisatawan yang mengalami vertigo kambuh di Pantai Kukup dan membawanya ke rumah sakit menggunakan ambulans. Insiden lain menimpa wisatawan asal Klaten yang terjatuh saat berjalan menuju pantai. Korban kemudian dievakuasi menuju RSUD Saptosari untuk mendapatkan perawatan medis. "Kami terus mengimbau wisatawan mematuhi arahan petugas, tidak bermain terlalu ke tengah laut," kata Marjono. (bas/eno)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Data Ulang Aktivitas di Kawasan Wisata Pantai Watulawang Gunungkidul, Kalurahan Tepus Buka Peluang Usaha bagi Kelompok Pungli

Data Ulang Aktivitas di Kawasan Wisata Pantai Watulawang Gunungkidul, Kalurahan Tepus Buka Peluang Usaha bagi Kelompok Pungli

Pemerintah Kalurahan Tepus mengambil langkah lanjutan dalam menyelesaikan polemik dugaan pungutan liar di akses menuju Pantai Watulawang. Melalui tim khusus yang telah dibentuk, kalurahan melakukan pendataan langsung

Pemerintah Kalurahan Tepus Gunungkidul Bentuk Tim Khusus, Tangani Pungli Ramai-Ramai di Kawasan Pantai Watulawang

Pemerintah Kalurahan Tepus Gunungkidul Bentuk Tim Khusus, Tangani Pungli Ramai-Ramai di Kawasan Pantai Watulawang

Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Tepus menyikapi polemik dugaan pungutan liar berkedok sumbangan sukarela di jalur masuk Pantai Watulawang. Sebagai langkah penyelesaian, kalurahan membentuk Tim Identifikasi Permasalahan Pan

Tarif Tak Naik, Biaya Membengkak: Dilema Pengusaha Jeep Wisata Pantai Selatan Gunungkidul Harus Tanggung Beban BBM

Tarif Tak Naik, Biaya Membengkak: Dilema Pengusaha Jeep Wisata Pantai Selatan Gunungkidul Harus Tanggung Beban BBM

Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter mulai membebani operasional 400 jeep wisata di kawasan pantai selatan Gunungkidul. Pelaku usaha mengaku terjepit karena biaya bahan bakar naik, sementara tarif wisata..

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer