Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dinkop UKM DIY Jemput Bola Sosialisasikan Pentingnya Keterlibatan di Sensus Ekonomi 2026

F
Penulis: Fahmi Fahriza❯
Kepala Dinkop UKM DIY Agus Mulyono. Fahmi Fahriza/Radar Jogja 
Kepala Dinkop UKM DIY Agus Mulyono. Fahmi Fahriza/Radar Jogja  

Advertisement

JOGJA - Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) DIY terus menggandeng stakeholder, termasuk bekerja sama dan berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) DIY untuk memperluas sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 kepada pelaku usaha.

Kepala Dinkop UKM DIY Agus Mulyono mengatakan, langkah tersebut dilakukan dengan memanfaatkan berbagai kegiatan pembinaan, pelatihan, hingga bimbingan teknis (bimtek) yang rutin diikuti pelaku UMKM maupun koperasi di DIY.

Sensus Ekonomi 2026 merupakan pendataan ekonomi yang diselenggarakan BPS setiap 10 tahun sekali. Kegiatan tersebut telah dimulai sejak Mei 2026.

Sementara pendataan lapangan secara door to door berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan menyasar seluruh pelaku usaha nonpertanian, mulai dari usaha mikro hingga perusahaan besar.

Data yang dihimpun dalam sensus ekonomi tersebut akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi di tingkat nasional maupun daerah.

Advertisement

Pihaknya telah berkolaborasi dengan BPS bahkan sebelum pendataan lapangan dimulai. Sosialisasi dilakukan secara berkelanjutan agar pelaku usaha memahami tujuan sensus sekaligus bersedia memberikan data secara benar ketika didatangi petugas.

"Kita tentu berkolaborasi dengan BPS. Sebelum itu kita juga sosialisasi ke dua sektor, UMKM dan juga koperasi," ujarnya pada Radar Jogja, Senin (29/6/2026).

Menurut dia, instansinya sengaja memanfaatkan setiap agenda yang mempertemukan pemerintah dengan pelaku usaha sebagai media sosialisasi.

Dengan cara tersebut, informasi mengenai sensus ekonomi dapat menjangkau lebih banyak pelaku UMKM tanpa harus menggelar kegiatan tersendiri.

"Momentum kegiatan di kita apa pun yang terhadap koperasi, apa pun terhadap UMKM, petugas BPS masuk dimomentum itu. Misalnya pelatihan, bimtek atau apa pun. Nah, pada saat itu mereka melakukan sosialisasi yang masif," katanya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pemkal Kepek Kembangkan Ekonomi Sirkular Berbasis Desa, Integrasikan Perikanan-Pertanian, Perkuat Ketahanan Pangan

Pemkal Kepek Kembangkan Ekonomi Sirkular Berbasis Desa, Integrasikan Perikanan-Pertanian, Perkuat Ketahanan Pangan

Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Kepek, Wonosari, Gunungkidul mengembangkan model ekonomi sirkular berbasis desa dengan mengintegrasikan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Program yang telah berjalan dalam ...

PHRI DIY Minta Pemerintah Tinjau Ulang Kewajiban Sertifikasi Halal di Tengah Ekonomi Lesu dan Industri Hotel yang Belum Pulih

PHRI DIY Minta Pemerintah Tinjau Ulang Kewajiban Sertifikasi Halal di Tengah Ekonomi Lesu dan Industri Hotel yang Belum Pulih

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIJ meminta pemerintah untuk meninjau kembali kebijakan kewajiban sertifikasi halal bagi produk makanan dan minuman di hotel yang ditargetkan berlaku pada Oktober 2026.

Garuda Institute Sebut MBG Jadi Kunci Hubungan Kuat Pertumbuhan Ekonomi dan Kualitas SDM

Garuda Institute Sebut MBG Jadi Kunci Hubungan Kuat Pertumbuhan Ekonomi dan Kualitas SDM

Serap Jutaan Pekerja, Program Makan Bergizi Gratis Beri Dampak Ekonomi LuasProgram MBG Jangkau 62 Juta Penerima, Garuda Institute Dorong Penguatan Tata Kelola

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer