Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ini 8 Batik Terpopuler Di Indonesia: Pesona Nusantara di Dalam Sehelai Kain

Meitika Candra Lantiva • Kamis, 19 September 2024 | 19:02 WIB
Pesona batik di Indonesia.
Pesona batik di Indonesia.

RADAR JOGJA - Batik adalah warisan budaya Indonesia yang sudah diakui dunia, baik lokal maupun mancanegara.

Bahkan, pada 2 Oktober 2009 UNESCO sudah mengakui batik sebagai budaya Indonesia yang dikenal sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) atau Warisan Budaya Tak benda.

Motif-motif pada batik sarat akan makna dan keindahananya tak akan lekang oleh waktu.

Di antara ribuan motif batik yang tersebar di berbagai daerah Indonesia, beberapa di antaranya begitu populer dan menjadi ikon dari daerah asalnya masing-masing.

Ya, berikut adalah 10 batik terpopuler di Indoenesia yang berasal dari berbagai daerahnya :

1. Motif Batik Sogan (Solo)

Batik Sogam adalah salah satu jenis betik yang memiliki nuansa klasik.

Batik ini dinamakan sogan karena pada awalnya, proses pewarnaan batik ini memakai pewarna alami yang asalnya dari batang kayu pohon soga.

Batik ini, dominan berwarna cokelat muda dan bermotif khas seperti, bunga dengan aksen titik-titik atau garis lengkungan.

Dulunya, batik ini dipakai para raja Jawa, terutama Kraton Kesultanan Solo.

Namun, saat ini siapapun bisa memakainya, baik warga Kraton maupun orang biasa.

2. Motif Batik Tujuh Rupa (Pekalongan)

Motif batik tujuh rupa ini kental dengan nuansa alam. Umumnya, batik Pekalongan menampilkan bentuk motif dengan gambar hewan atau tumbuhan.

Motif-motif nya diambil dari beragam campuran kebudayaan lokal dan etnis cina.

Kabarnya, Pekalongan dahulu adalah tempat trasnsit para pedagang dari berbagai negara.

Karena hal tersebut, Pekalongan menjadi akulturasi budaya yang membuat batik Pekalongan memiliki ciri khas dengan alam, terkhusus motif jlamprang, motif buketan, terang bulan, semen, pisan bali, dan lunglungan.

3. Motif Batik Gentongan (Madura)

Batik Gentongan memiliki perbedaan dengan batik lainnya.

Batik Madura ini menggunakan motif yang bebas dan abstrak sederhana.

Biasanya warna batik Gentongan mengambil warna terang, seperti merah, kuning, hijau atau ungu.

Batik ini sendiri diambil dari gentong, yaitu gerabah yang digunakan sebagai wadah untuk mencelup kiain batik pada cairan warna.

4. Motif Batik Mega Mendung (Cirebon)

Motif batik Mega Mendung menjadi salah satu motif batik khas Cirebon, Jawa Barat. Karena memiliki bentuk dan paduan warna yang ber ciri khas tersendiri, tidak heran motif batik ini menjadi populer dikalangan banyak wisatawan.

Motif Batik Mega Mendung cukup sederhana namum memberi kesan mewah.

Motif mendung di langit mega yang berwarna cerah inilah yang membuat batik Mega Mendung cocok digunakan pada orang tua, ataupun anak muda, entah laki-laki maupun perempuan.

5. Motif Batik Kraton (Yogyakarta)

Motif batik Kraton ini asalnya dari kebudayaan Jawa yang erat dengan kesultanannya.

Batiknya melambangkan kearifan, kebijaksanaan, serta khasrisma para raja jawa.

Pada jaman dahulu, batik dari Jogja ini hanya diperbolehkan dpakai untuk warga Kraton saja, namun sekarang siapapun sudah boleh memakainya.

Ciri motif batik ini adalah bunga simetris atau sayap burung yang tdikenal sebagai motif sawat lar.

Bisa dibilang motif ini menjadi motif yang banyak dipakai oleh orang Indonesia maupun luar negeri.

6. Motif Batik Simbut (Banten)

Motif batik Simbut memiliki bentul daun yang menyerupai daun talas.

Motifnya adalah motif yang paling sederhana.

Asal motifnya dari suku Badui pedalaman di Sunda yang erat kekentalannya dengan peradaban lampau.

Namun seiring berjalannya zaman, para penduduk badui mulai menerima mondernisasi, dan mengembangkan batik ini di daerah pesisir Banten.

Hal ini membuat motif batik Simbut dikenal sebagai Batik Banten.

Baca Juga: Club Brugge 0-3 Borussia Dortmund: Lakukan Perubahan, Nuri Sahin Menilai Die Borussiens Pantas Menang

7. Motif Kawung (Jawa Tengah)

Motif batiknya terinspirasi dari buah kolang-kaling.

Bentuk kolang kaling yang lonjong tersebut disusun empat sisi yang membentuk sebuah lingkaran.

Motifnya sering diidentikkan dengan motif sepuluh sen kuno, karena bentuknya yang bulat dengan lubang ditengahnya.

Motif Kawung berasal dan berkembang di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Meski bermotif sama, namun ada beda pada hiasan atau aksennya saja.

Batik ini juga salah satu motif batik Indonesia yang paling banyak digunakan.

8. Motif Parang (Pulau Jawa)

Motif berhuruf “S” yang berdiagonal pada batik parang ini memberi gambaran keselarasan antara atas dan bawah.

Inspirasi huruf S-nya sendiri dari bentuk ombak laut yang tak akan pernah padam.

Bersatunya huruf tersebut memiliki arti terkait yang selalu menyambung serta tidak pernah putus, termasuk dalam perjuangan, tali persaudaraan, ataupun aspek pembemahan diri.

Makna yang dimiliki batik ini berfilosofi mendalam, mengingat batik ini sudah ada sejak zaman Kraton kuno, dan juga merupakan motif batik tertua.

Oleh karenanya batik adalah salah satu ikon kebanggaan budaya Indonesia.

Kebanggan akan identitas budaya ini semakin besar ketika UNESCO telah menetapkan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan budaya tak benda pada 2 Oktober 2009 lalu.

Jadi sebagai warga negara Indonesia sudah sepatutnya kita sebagai generasi penerus bangsa untuk tetap melestarikan warisan budaya dengan baik. (Muhammad Affan Himawan)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Banten #terpopuler #Cirebon #Solo #Yogyakarta #pulau jawa #Warisan Budaya Indonesia #pekalongan #warisan budaya tak benda #Pesona Nusantara #Batik #madura #UNESCO #kain #Intangible Cultural Heritage #Indonesia #jawa tengah