RADAR JOGJA - Kumbang kura-kura emas atau yang sering disebut kepik emas merupakan hewan unik dengan penampilannya yang menarik.
Serangga ini memiliki ukuran sebesar kuku jari dan memiliki sayap transparan dan punggungnya yang berwarna kuning keemasan, namun ternyata kepik emas ini bisa merubah warna tubuhnya yang berguna sebagai pelindung dari ancaman bahaya dan menarik lawan jenis.
Maka dari itu, walaupun berwarna emas, serangga ini juga memiliki variasi lainnya.
Kepik emas sendiri banyak tersebar di Amerika Serikat, Lowa, Texas dan juga di Australia.
Bisa dibilang keberadaannya sekarang sulit ditemukan, walaupun begitu serangga ini masih sering terlihat di daerah pedesaan.
Penyebaran kepik ini ternyata telah sampai di Indonesia, mereka biasa terlihat di daerah sekitar sungai, pinggiran hutan yang berbatasan dengan sawah.
Hewan kecil yang unik ini biasanya memakan daun sehingga tak jarang orang-orang menganggapnya sebagai hama tanaman.
Kepik kecil ini ternyata pernah jadi buruan anak kecil untuk dijadikan mainan atau ditaruh di baju seolah-olah memakai pin yang berwarna emas. Selain itu, mereka juga menjadi buruan kolektor.
Bentuknya yang unik serta warnanya yang indah membuat mereka menjadi binatang yang sangat menguntungkan bagi siapapun yang menemukannya, di luar negeri 1 kepik emas saja bisa dijual dengan harga Rp 100.000.
Bayangkan jika kalian menemukan 10 atau 20 ekor kepik emas, sangat menguntungkan bukan?
Namun sayangnya, kepik emas sudah jarang ditemukan dan bahkan sudah semakin langka.
Banyak yang berpendapat jika para petani terlalu banyak menaruh pestisida sehingga kepik emas pun keracunan dan belum sempat untuk berkembang biak.
Ada pula yang bilang jika pemburuan terhadap kepik emas yang merajalela.
Editor : Winda Atika Ira Puspita