Klakson ini mampu memainkan nada dan potongan lagu, menarik perhatian banyak orang, terutama anak-anak.
Namun, fenomena ini bukanya menjadi suatu hiburan tetapi malah menimbulkan keresahan karena banyak anak-anak yang rela menunggu di tepi jalan, bahkan mengejar bus untuk meminta klakson telolet basuri.
Hal ini sangat berbahaya dan berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Dilangsir dari Jawa Pos, Pakar safety driving Sony Susmana dari SDCI menegaskan bahwa klakson telolet basuri tersebut harus segera dilarang dan ditertibkan.
Kejadian bocah tergilas bus di Merak saat berburu telolet menjadi bukti nyata bahayanya fenomena ini.
Anak-anak belum mampu mengontrol emosi dan melihat potensi bahaya. Mereka hanya terpaku pada kesenangan dan mengabaikan keselamatan.
Kebiasaan sopir bus yang menuruti permintaan telolet semakin memperparah situasi.
Oleh karena itu, klakson basuri ini harus segera ditindakan tegas untuk dilarang digunakan oleh bus – bus tersebut demi keselamatan pengguna jalan, terutama anak-anak.
Tidak hanya itu sebaiknya orang tua juga harus berperan penting karena orang tua juga harus memberikan himbauan kepada anak – anak mereka untuk tidak
melakukan aksi berburu klakson telolet basuri.