SLEMAN - Jeda kompetisi Super League 2026/2027 akibat agenda FIFA Matchday nampaknya menjadi berkah tersendiri bagi PSS Sleman. Sebab, Super Elang Jawa memanfaatkan masa jeda selama tiga pekan ini secara maksimal untuk mematangkan persiapan jelang menjamu PSM Makassar di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Minggu (11/10/2026).
Pelatih PSS Pieter Huistra menilai jeda yang cukup panjang ini sangat menguntungkan bagi Laskar Sembada yang tengah fokus membenahi performa dan kedalaman tim. Waktu ekstra di luar kompetisi resmi dimanfaatkan pelatih dan jajaran staf untuk mengevaluasi kekurangan pada laga-laga sebelumnya.
Baca Juga: 16 KDMP di Kabupaten Bantul Dapat Rekomendasi Verval, Baru Delapan Gerai KDMP Mulai Diverifikasi
Oleh karena itu, Huistra sendiri mengaku tidak memungkiri jeda FIFA Matchday kali ini datang di waktu yang tepat. Apalagi, juru taktik asal Belanda tersebut mengakui anak asuhnya memang membutuhkan waktu lebih untuk mematangkan skema permainan sebelum kembali bertarung di lapangan hijau.
"Ya, kami butuh lebih banyak waktu, saya sudah mengatakan itu. Jadi bagi kami, tiga minggu ini sangat baik," bebernya, Kamis (1/10/2026).
Meski mendapatkan waktu jeda yang terbilang ideal, pelatih berusia 59 tahun itu menegaskan laga kontra Juku Eja, julukan PSM Makassar, nanti tetap menjadi ujian krusial. Sebab duel di MagIS, selain untuk mengejar poin penuh, juga pembuktian dari hasil evaluasi mendalam yang dilakukan selama jeda latihan.
Baca Juga: Pieter Huistra Optimistis PSS Sleman Bisa Bangkit
"Pertandingan melawan PSM adalah pertandingan penting. Di sanalah kami harus menunjukkan kepada diri kami sendiri dan para pendukung bahwa kami telah berkembang dalam tiga minggu ini," tegasnya.
Menatap laga krusial itu, Huistra optimistis anak asuhnya mampu tampil lebih solid. Pihaknya telah melihat grafik permainan PSS sejauh ini sebenarnya tidak terlalu buruk. Sehingga masa persiapan tiga pekan ini diharapkan bisa menjadi titik balik untuk mengamankan hasil maksimal di kandang sendiri. "Ya lagi pula kami tidak bermain seburuk itu," tuturnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja