Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OJK: Jangan Cuma Lihat Untung, Pahami Risiko Reksa Dana

C
Penulis: Cintia Yuliani❯
PEMAPARAN: Salah satu pemateri sedang menjelaskan investasi Reksa Dana di Auditorium Kantor OJK DIY, Kamis (8/10/2026). Cintia Yuliani/Radar Jogja
PEMAPARAN: Salah satu pemateri sedang menjelaskan investasi Reksa Dana di Auditorium Kantor OJK DIY, Kamis (8/10/2026). Cintia Yuliani/Radar Jogja

Advertisement

JOGJA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengejar keuntungan saat berinvestasi di reksa dana. Investor perlu memahami risiko dan memastikan produk investasi yang dipilih legal serta sesuai dengan profil risikonya.

Kepala Departemen Pengawasan Investasi dan Pasar Modal Regional OJK M Maulana mengatakan, edukasi kepada masyarakat menjadi hal penting seiring meningkatnya minat investasi.

Masyarakat perlu memahami setiap instrumen investasi memiliki risiko yang berbeda. Investasi harus disesuaikan dengan risk appetite dan minat masing-masing. 

Advertisement

"Jangan sampai masyarakat hanya melihat keuntungan, tetapi tidak memahami risikonya," katanya saat sambutan acara Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana Syariah di Kantor OJK, Kamis (8/10/2026). 

Menurutnya, reksa dana memiliki berbagai jenis yang dapat dipilih sesuai dengan profil risiko investor. Mulai dari reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham hingga reksa dana syariah. Tidak ada investasi yang benar-benar bebas risiko.

Advertisement

Karena itu, masyarakat perlu berhati-hati terhadap pihak yang menawarkan investasi dengan keuntungan tinggi sekaligus menjanjikan tidak adanya risiko.

"Kalau ada yang menawarkan investasi dan mengatakan tidak ada risikonya, tolong dilaporkan kepada kami. Tidak ada investasi yang tidak memiliki risiko," tegasnya.

Dia juga mengingatkan masyarakat menerapkan prinsip legal dan logis sebelum berinvestasi. Artinya, masyarakat harus memastikan produk dan lembaga investasi telah memiliki izin, sekaligus mempertimbangkan kewajaran keuntungan yang ditawarkan.

Di sisi lain, perkembangan jumlah investor reksa dana secara nasional terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga 30 September 2026, jumlah investor reksa dana disebut telah mencapai sekitar 30 juta, meningkat sekitar 60 persen dibandingkan 2025.

Dari jumlah tersebut, sekitar 54 persen merupakan investor berusia di bawah 30 tahun. Kondisi ini menunjukkan besarnya potensi generasi muda untuk terlibat dalam investasi pasar modal.

Advertisement
Editor : Winda Atika Ira Puspita
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

 Penumpang WNA Naik 7,8 Persen, KAI Daop 6: Dongkrak Ekonomi Pariwisata

Penumpang WNA Naik 7,8 Persen, KAI Daop 6: Dongkrak Ekonomi Pariwisata

KAI Daop 6 Jogjakarta mencatat jumlah penumpang warga negara asing (WNA) mencapai 264.335 orang sepanjang Januari–September 2026. Jumlah itu meningkat 7,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak..

Dari Pasar Ngasem untuk Dunia, Pertamina SMEXPO Jadikan UMKM Etalase Ekonomi dan Sosial

Dari Pasar Ngasem untuk Dunia, Pertamina SMEXPO Jadikan UMKM Etalase Ekonomi dan Sosial

Pertamina SMEXPO 2026 hadir di Pasar Ngasem, Yogyakarta pada 2-4 Oktober. Pameran ini menjadi etalase sosial dan ekonomi yang siap membawa UMKM lokal naik kelas dan bersaing di pasar luas.

Dorong Kemandirian Ekonomi, Perum Bulog Salurkan Bantuan Usaha untuk 30 Penyandang Disabilitas

Dorong Kemandirian Ekonomi, Perum Bulog Salurkan Bantuan Usaha untuk 30 Penyandang Disabilitas

Kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BULOG Peduli RPK Mandiri di Bale Timoho Resto, Yogyakarta

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer