
JOGJA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengejar keuntungan saat berinvestasi di reksa dana. Investor perlu memahami risiko dan memastikan produk investasi yang dipilih legal serta sesuai dengan profil risikonya.
Kepala Departemen Pengawasan Investasi dan Pasar Modal Regional OJK M Maulana mengatakan, edukasi kepada masyarakat menjadi hal penting seiring meningkatnya minat investasi.
Masyarakat perlu memahami setiap instrumen investasi memiliki risiko yang berbeda. Investasi harus disesuaikan dengan risk appetite dan minat masing-masing.
"Jangan sampai masyarakat hanya melihat keuntungan, tetapi tidak memahami risikonya," katanya saat sambutan acara Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana Syariah di Kantor OJK, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, reksa dana memiliki berbagai jenis yang dapat dipilih sesuai dengan profil risiko investor. Mulai dari reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham hingga reksa dana syariah. Tidak ada investasi yang benar-benar bebas risiko.
Karena itu, masyarakat perlu berhati-hati terhadap pihak yang menawarkan investasi dengan keuntungan tinggi sekaligus menjanjikan tidak adanya risiko.
"Kalau ada yang menawarkan investasi dan mengatakan tidak ada risikonya, tolong dilaporkan kepada kami. Tidak ada investasi yang tidak memiliki risiko," tegasnya.
Baca Juga: Tergabung di Grup F Bersama Garudayaksa FC dan PSGC Ciamis, PSS Sleman Sambut Baik League Cup
Dia juga mengingatkan masyarakat menerapkan prinsip legal dan logis sebelum berinvestasi. Artinya, masyarakat harus memastikan produk dan lembaga investasi telah memiliki izin, sekaligus mempertimbangkan kewajaran keuntungan yang ditawarkan.
Di sisi lain, perkembangan jumlah investor reksa dana secara nasional terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga 30 September 2026, jumlah investor reksa dana disebut telah mencapai sekitar 30 juta, meningkat sekitar 60 persen dibandingkan 2025.
Dari jumlah tersebut, sekitar 54 persen merupakan investor berusia di bawah 30 tahun. Kondisi ini menunjukkan besarnya potensi generasi muda untuk terlibat dalam investasi pasar modal.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




