SLEMAN - Dominasi tim-tim luar daerah mewarnai gelaran turnamen sepak bola usia dini bertajuk Harjani Cup 2026. Wakil asal Klaten, sukses memborong prestasi gemilang dalam kompetisi yang berlangsung di Lapangan Gedingan, Ngaglik, Sleman, 27-28 Juni 2026 itu.
Persija Jatinom Klaten keluar sebagai kampiun untuk Kelompok Umur (KU) 12 tahun setelah menyudahi perlawanan sengit tuan rumah, BPM Mlati Sleman, dengan skor tipis 1-0 di partai final. Tak hanya itu, dominasi Klaten kian kental setelah ACK Klaten sukses mengamankan podium ketiga usai mencukur Tugu Mlati Temanggung tiga gol tanpa balas.
Baca Juga: Forda Inorga Pelangi Digelar Awal, Kontingen Sleman Raih Dua Medali Emas
Pengurus SSB Gelora Muda Sleman, Isna Putri, mengungkapkan turnamen tahunan ini sengaja digelar sebagai wadah positif bagi anak-anak agar bisa konsisten berolahraga sekaligus mengasah bakat sepak bola sejak dini.
"Yang paling penting adalah sebagai sarana edukasi terkait aturan sepak bola, sportivitas, serta memupuk solidaritas antar-SSB. Harjani Cup ini sudah berjalan sejak tahun 2022 dan ini merupakan edisi keempat," ucapnya, Selasa (30/6).
Baca Juga: PSS Sleman Resmi Lepas Iman Fathurahman
Diketahui, Harjani Cup 2026 sendiri diambil dari sosok Harjani, tokoh sepak bola usia dini yang juga pendiri SSB Gelora Muda Sleman. Pada masanya, Harjani dikenal sebagai mantan ketua umum SSB se-Kabupaten Sleman yang mendedikasikan hidupnya untuk pembinaan grassroot.
Oleh karena itu, melalui ajang ini diharapkan bakal lahir talenta-talenta muda yang nantinya mampu menembus pentas profesional di bawah naungan PSSI.
Ajang yang diikuti 14 tim di kategori KU-12 dan 5 tim di kategori KU-10 ini menggunakan sistem setengah kompetisi. Padatnya jadwal dan tingginya tensi pertandingan dinilai sangat efektif untuk menguji mentalitas bertanding para pesepak bola belia.
Baca Juga: Fahreza Sudin Dirumorkan Akan Berpisah dengan PSIM Jogja dan Diminati Malut United
Sekretaris Umum PSSI Kabupaten Sleman Indra Bangsawan menegaskan turnamen di level grassroot atau usia dini seperti ini memang harus lebih digalakkan secara masif demi keberlanjutan pembinaan atlet. Turnamen ini juga diharapkan dapat dijalankan secara rutin untuk menambah jam terbang dan melatih mental bertanding anak-anak.
"Harapannya, dari sini bisa muncul bibit pemain sepak bola berkualitas yang kelak dapat memperkuat PSS Sleman, bahkan hingga menembus Timnas Indonesia," tandasnya. (ayu/laz)