Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dorong Forum Tetap dan Penataan Ruang Publik 

FA
CARI SOLUSI: Sesi diskusi lintas sektor perihal implementasi dan dinamika pesepeda di Kota Jogja, Sabtu (25/7). Fahmi Fahriza/Radar Jogja
CARI SOLUSI: Sesi diskusi lintas sektor perihal implementasi dan dinamika pesepeda di Kota Jogja, Sabtu (25/7). Fahmi Fahriza/Radar Jogja

Advertisement

 



JOGJA - Polemik penyelenggaraan Jogja Last Friday Ride (JLFR) yang sempat memicu perdebatan di media sosial beberapa waktu terakhir, menjadi bahan evaluasi bersama berbagai pihak.

Advertisement

Akademisi, pemerintah, komunitas pesepeda, hingga pegiat ruang publik sepakat persoalan itu tidak dapat diselesaikan hanya dari satu sudut pandang, melainkan membutuhkan komunikasi lintas sektor dan penataan ruang publik yang lebih komprehensif.

Hal itu mengemuka dalam diskusi Kafe Iklim Tepo Sliro ing Ndalan: Merawat Ruang Bersama, Menjaga Harmoni Kota, yang digelar di Sirkel de Koffie, Sabtu (25/7). 

Peneliti sekaligus Ketua Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM Dr Dewanti mengatakan, forum ini berupaya mempertemukan berbagai persepsi yang muncul setelah ramainya aktivitas pesepeda secara massal di Kota Jogja.

 "Persoalan yang dilihat itu nanti bisa diminimalisasi atau dicarikan jalan keluar. Kalau segala sesuatu itu diujicobakan lebih baik. Dari uji coba nanti akan terlihat plus minusnya, jadi bisa dievaluasi dan diperbaiki," ujarnya.

Menurut Dewanti, fenomena bersepeda secara massal sejatinya bukan persoalan baru, karena juga terjadi di berbagai kota lain. 

Namun tantangan muncul ketika jumlah peserta sangat besar, sementara kapasitas jalan di Kota Jogja terbatas.

 "Apa pun yang sifatnya massal memang tidak mudah dikontrol. Jalan kita sempit, sehingga bagaimana mengatasi kondisi seperti itu harus dipikirkan bersama," katanya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Usai Polemik JLFR, Akademisi, Dinas hingga Komunitas Dorong Forum Tetap dan Penataan Ruang Publik Jogja

Usai Polemik JLFR, Akademisi, Dinas hingga Komunitas Dorong Forum Tetap dan Penataan Ruang Publik Jogja

Polemik penyelenggaraan Jogja Last Friday Ride (JLFR) yang sempat memicu perdebatan di media sosial beberapa waktu terakhir, menjadi bahan evaluasi bersama berbagai pihak. Akademisi, pemerintah, komunitas

 Dishub DIY Tegaskan JLFR Boleh Lintasi Malioboro, Sultan HB X Luruskan Konsep Pedestrian

Dishub DIY Tegaskan JLFR Boleh Lintasi Malioboro, Sultan HB X Luruskan Konsep Pedestrian

Dinas Perhubungan (Dishub) DIY memastikan kegiatan rutin Jogja Last Friday Ride (JLFR) tetap diperbolehkan melintasi rute seperti biasa pada akhir Juli 2026. Kepala Dishub DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menegaskan...

Dishub DIY Pastikan Dampingi JLFR Akhir Juli ini, Pesepeda Diizinkan Melintasi Jalan Malioboro Jogja

Dishub DIY Pastikan Dampingi JLFR Akhir Juli ini, Pesepeda Diizinkan Melintasi Jalan Malioboro Jogja

Dinas Perhubungan (Dishub) DIJ memastikan pemprov akan ikut mendampingi kegiatan Jogja Last Friday Ride (JLFR) yang digelar pada pekan terakhir Juli ini. Selain melakukan pengawalan, jajaran pemprov juga diwacanakan ik

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer