SLEMAN - Kiprah PSS Sleman di kompetisi Championship musim 2025/2026 telah usai. Super Elja secara resmi setelah menuntaskan laga terakhir pada pekan ke-27 dan berhasil mengamankan satu tiket menuju ke Super League musim depan.
Promosinya PSS ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia tentu saja memastikan kembalinya laga sarat gengsi bertajuk Derby DIY pada musim mendatang. Sebab, Super Elang Jawa sudah dinanti oleh saudara tuanya, PSIM Jogja yang lebih dulu promosi pada musim lalu.
Menanggapi hal ini, Bupati Sleman Harda Kiswaya berharap momentum itu nanti dapat menjadi titik balik bagi hubungan antarsuporter di DIY untuk mengedepankan sportivitas dan semangat persaudaraan.
"Ya, mudah-mudahan Allah memudahkan, nanti tidak ada masalah. Karena semangat kami adalah seduluran (persaudaraan, Red)," ujarnya, Senin (4/5).
Baca Juga: Genggam Tiket ke Super League Musim Depan, Para Pemain Mampu Buktikan PSS Sleman Berhak Naik Kasta
Bukan tanpa alasan Harda mengatakan hal itu. Sebab, menurutnya, olahraga itu sebagai bentuk kompetisi yang harus dipahami oleh semua pihak. Artinya, baik suporter PSIM Jogja maupun suporter PSS Sleman dapat melupakan rivalitas di masa lalu. "Ada rivalitas yang tidak sehat, harus dihilangkan. Karena apa pun, kami bersaudara," tegasnya
Oleh karena itu, Harda ingin agar laga yang bertajuk Derby DIY itu nanti bisa berjalan lancar. Mengingat, realitas di lapangan basis suporter dari kedua tim sebenarnya sudah saling beririsan di berbagai wilayah, baik di Sleman maupun di Kota Jogja ataupun Bantul.
"Kami akan berkoordinasi juga dengan Pak Wali Kota untuk menyongsong ke depan derby itu untuk nanti aman-aman. Tidak ada masalah," lontarnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun