RADAR JOGJA - Pelatih kepala Inter Miami, Javier Mascherano tidak berencana mengistirahatkan Lionel Messi di fase akhir pertandingan menjelang Piala Dunia 2026.
Dia menekankan bahwa pemain asal Argentina itu harus bermain agar tim bisa meraih kesuksesan.
"Kami berusaha merawatnya sebaik mungkin. Kami tahu bahwa dia adalah tipe pemain yang merasa paling nyaman saat berada di lapangan," kata Mascherano.
Mascherano berbicara setelah pertandingan di Yankee Stadium, karena ia menjalani skorsing satu pertandingan akibat kartu merah yang diterimanya akhir pekan lalu dalam laga The Herons melawan Charlotte.
“Saat ini, dia akan bergabung dengan tim nasional. Setelah kembali, kami hanya akan memantau kondisinya dari hari ke hari,” kata Mascherano.
"Jelas, dia adalah pemain vital bagi kami jika kami ingin mencapai tujuan kami. Sejujurnya, tanpa dia, mustahil bagi kami untuk mencapai target yang telah kami tetapkan," jelasnya.
Messi belum memastikan apakah ia akan bermain untuk Argentina di Piala Dunia, dengan mengatakan bahwa ia akan mengambil keputusan berdasarkan kondisi kebugarannya dan bagaimana perasaannya menjelang turnamen musim panas ini di Amerika Utara.
Setelah Inter Miami tersingkir dari Concacaf Champions Cup oleh Nashville pekan lalu, The Herons hanya akan berlaga di pertandingan musim reguler MLS menjelang Piala Dunia.
Messi tampil untuk Inter Miami dalam kemenangan 3-2 atas New York City FC pada Senin (23/3) dini hari, mencetak satu gol setelah bermain penuh selama 90 menit.
Penyerang Argentina itu kini akan bergabung dengan tim nasional untuk jendela internasional bulan Maret, saat juara bertahan Piala Dunia itu menghadapi Mauritania dan Zambia.
Argentina semula dijadwalkan untuk bertanding melawan Spanyol dalam Finalissima di Qatar selama jendela pertandingan bulan Maret, sebelum kompetisi tersebut dibatalkan karena perang yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.
CONMEBOL dan UEFA, bersama dengan anggota tambahan dari panitia penyelenggara pertandingan, berusaha untuk menegosiasikan tanggal dan tempat baru, namun tidak dapat mencapai kesepakatan.
Editor : Satria Putra Sejati