RADAR JOGJA - Enzo Fernandez meragukan masa depannya di Chelsea hanya beberapa menit setelah The Blues tersingkir dari Liga Champions oleh Paris Saint Germain pada Rabu (18/3) dini hari.
Gol-gol dari Khvicha Kvaratskhelia, Bradley Barcola, dan Senny Mayulu memastikan Chelsea kalah 3-0 pada laga di Stamford Bridge itu dan kalah 8-2 secara agregat, yang merupakan kekalahan terburuk di kompetisi Eropa dalam sejarah klub.
Fernandez adalah wakil kapten Chelsea dan memimpin tim saat kapten Reece James absen karena cedera saat melawan PSG.
Pemain berusia 25 tahun terikat kontrak hingga 2032, namun ketika ditanya apakah ia dapat menjamin akan tetap di Chelsea musim depan, Fernandez mengatakan semuanya masih abu-abu.
"Saya tidak tahu. Fokus saya saat ini ada di sini. Kami masih punya delapan laga Premier League dan FA Cup yang harus dimainkan. Lalu, Piala Dunia akan segera dimulai, jadi kita lihat saja setelah itu," kata Enzo seperti yang dikutip dari ESPN Argentina.
Komentar Fernandez semakin memperparah malam yang menyedihkan bagi Chelsea, yang dicemooh saat turun minum dan akhir pertandingan.
“Saya rasa kami gagal mengendalikan jalannya pertandingan. Pada leg pertama, kami kehilangan fokus di 15 menit terakhir dan kebobolan tiga gol, dan kali ini hal itu terjadi sejak awal,” kata Fernandez mengenai penampilan Chelsea.
"Di level ini, Anda tidak boleh kebobolan dua gol begitu cepat hanya karena hal-hal kecil. Pada akhirnya, secara keseluruhan dari dua leg, PSG adalah tim yang lebih baik dan pantas lolos," imbuhnya.
“Sejak saya tiba di Chelsea, kami sudah melewati situasi serupa dan berhasil membalikkan keadaan. Kini, fokus kami harus tertuju pada memenangkan FA Cup dan mencapai target lolos ke Liga Champions musim depan,” lanjutnya.
Pelatih Chelsea, Liam Rosenior juga dikritik oleh sebagian pendukung saat menarik keluar Fernandez, Cole Palmer, dan Joao Pedro tepat sebelum menit ke-60 saat tertinggal 2-0 pada pertandingan tersebut.
"Saya harus mengakui, saya mengerti mengapa para penggemar frustrasi karena skor agregat dalam pertandingan ini. Mereka ingin kami menang. Jadi, saya sepenuhnya mengerti dan sudah mengetahuinya sebelum saya datang. Saya juga ingin membuat mereka bahagia dan memberikan malam-malam yang pantas mereka dapatkan. Bukan hanya saya, tapi kami sebagai sebuah kelompok, sebagai sebuah tim," kata Rosenior.
“Itu benar-benar sangat sulit diterima karena cara kami tersingkir malam ini,” jelasnya.
Selain tersingkir dari Liga Champions, Chelsea juga berada di luar lima besar Premier League, meskipun hanya selisih satu poin dari Liverpool di peringkat kelima dan dua poin dari Aston Villa di peringkat keempat.
“Kami harus belajar di level tertinggi untuk menjadi lebih klinis dan memastikan pertahanan kami tetap kokoh,” tambah Rosenior.
“Kami gagal melakukan keduanya dalam dua leg tersebut dan itulah sebabnya kami tersingkir dari kompetisi ini,” pungkasnya.
Editor : Satria Putra Sejati