Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sentra Tahu Kuning Krapyak, Warisan Kuliner Sleman Sejak 1940

N
Penulis: Nanang Febriyanto❯
Ketua Sentra Tahu Kuning Krapyak Wardhani
Ketua Sentra Tahu Kuning Krapyak Wardhani

Advertisement

Aroma gurih tahu yang baru matang masih tercium dari rumah-rumah produksi di Krapyak, Barepan, dan Gondang, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan. 

Di kawasan inilah Tahu Kuning Krapyak, salah satu kuliner legendaris Sleman yang telah bertahan sejak 1940, terus diproduksi secara turun-temurun dengan mempertahankan resep dan proses pengolahan khas yang menjadi identitasnya.

Di tengah pesatnya perkembangan makanan modern, Tahu Kuning Krapyak tetap mampu mempertahankan eksistensinya berkat cita rasa gurih dan legit yang khas, tekstur lembut, serta komitmen para perajin dalam menjaga kualitas produk.

Advertisement

Keistimewaan Tahu Kuning Krapyak tidak hanya terletak pada rasanya. Para perajin hingga kini masih mempertahankan penggunaan bahan-bahan alami yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warna kuning yang menjadi ciri khas tahu ini berasal dari kunyit alami, bukan pewarna sintetis.

Ketua Sentra Tahu Kuning Krapyak, Wardhani, mengatakan penggunaan kunyit tidak hanya memberikan warna yang menarik, tetapi juga menghasilkan aroma khas yang telah menjadi karakteristik produk tersebut selama puluhan tahun.

Advertisement

"Sejak dulu kami menggunakan kunyit alami sebagai pewarna. Selain membuat warna tahu lebih menarik, penggunaan bahan alami juga menjadi bagian dari komitmen kami menjaga kualitas produk," katanya saat ditemui Senin (15/6/2026).

Selain penggunaan bahan-bahan alami, para perajin juga mempertahankan teknik pengolahan yang telah diwariskan secara turun-temurun selama beberapa generasi. Salah satu tahapan penting dalam proses produksi adalah penggumpalan sari kedelai yang dilakukan dengan metode yang telah lama digunakan oleh para perajin setempat.

Proses tersebut berperan dalam membentuk karakteristik Tahu Kuning Krapyak yang memiliki tekstur padat namun tetap lembut saat dikonsumsi. Konsistensi dalam menjaga proses produksi tradisional inilah yang menjadi salah satu faktor utama keberlangsungan cita rasa khas Tahu Kuning Krapyak hingga saat ini.

"Tahu kami memiliki rasa yang lebih gurih dan legit. Teksturnya padat tetapi tetap lembut saat dimakan. Itu yang membuat banyak pelanggan tetap mencarinya hingga sekarang," ujarnya.

Saat ini Sentra Tahu Kuning Krapyak menaungi sekitar 65 perajin aktif yang tersebar di sekitar 50 rumah produksi. Meski paguyuban baru resmi dikukuhkan pada tahun 2016, tradisi pembuatan tahu di kawasan tersebut telah berlangsung selama lebih dari delapan dekade.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Butuh Anggaran Rp 130 Miliar, Pembangunan Taman Budaya Sleman Dikebut Bertahap

Butuh Anggaran Rp 130 Miliar, Pembangunan Taman Budaya Sleman Dikebut Bertahap

Pemkab Sleman menyiapkan pembangunan Taman Budaya Sleman di Pandowoharjo dengan kebutuhan anggaran Rp 130 miliar. Usulan Danais Rp 19 miliar diajukan untuk 2027.

Pemkab Sleman Terbitkan Imbauan Jelang Demo Sumpah Pemuda, Pelajar Diminta Tetap Sekolah

Pemkab Sleman Terbitkan Imbauan Jelang Demo Sumpah Pemuda, Pelajar Diminta Tetap Sekolah

Pemkab Sleman menerbitkan imbauan jelang demo Hari Sumpah Pemuda. Pelajar diminta tetap sekolah, sementara Jaga Warga diminta menjaga kondusivitas wilayah.

Pemkab Sleman Bantu Pembiayaan Pengobatan Korban Kecelakaan Suporter PSS di Madiun

Pemkab Sleman Bantu Pembiayaan Pengobatan Korban Kecelakaan Suporter PSS di Madiun

Pemkab Sleman memastikan bakal mengawal penanganan para korban dari suporter PSS yang mengalami kecelakaan di Km 616 Tol Ngawi-Kertosono, tepatnya di Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Madiun, Minggu (18/10) pagi lalu.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer