JOGJA - Manajemen PSIM Jogja terus memperluas pengembangan bisnis klub, salah satunya dengan menghadirkan PSIM Store di Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo.
Kehadiran store ini menjadi bagian dari strategi branding sekaligus upaya menjangkau pasar baru, khususnya wisatawan dan para pelancong yang datang maupun pergi melalui bandara.
General Manager PSIM Jogja Steven Sunny mengungkapkan, progres pembangunan PSIM Store di YIA telah mencapai sekitar 90 persen dan saat ini tinggal memasuki tahap finishing. Jika tidak ada kendala, manajemen menargetkan soft launching pada pekan kedua Februari.
"Progress-nya kurang lebih sudah 90 persen dan tinggal finishing saja. Kalau tidak salah, nanti akan ada soft launching sekitar minggu kedua Februari. Setelah itu baru dibuka untuk publik," ujar Steven, Jumat (6/2/2026).
Steven menjelaskan, ekspansi store ke YIA dilakukan dengan pertimbangan segmentasi pasar yang berbeda dibanding PSIM Store yang sudah ada di pusat kota. Di bandara, PSIM menyasar wisatawan serta masyarakat luar daerah yang kerap bepergian menggunakan pesawat.
"Market-nya sebenarnya kita mengejar turis, itu sudah pasti. Kedua memang orang-orang yang sering bepergian lewat airport. Bisa orang Jogja, bisa orang luar kota. Jadi segmen itu yang kita pengen sasar," jelasnya.
Menurut Steven, target utama PSIM Store di YIA memang bukan warga lokal, melainkan pelancong dari luar daerah yang memiliki mobilitas tinggi. Pasalnya, masyarakat Jogja masih dapat dengan mudah mengunjungi PSIM Store utama di kota.
"Kalau di Jogja sendiri kan sudah bisa langsung visit ke PSIM Store. Jadi memang kita berharapnya itu outside Jogja, atau orang-orang yang melalang buana lewat bandara," tambahnya.
Selain menyasar segmen yang tepat, manajemen juga memperhatikan aspek penempatan lokasi store. Steven menyebut posisi PSIM Store di YIA sangat strategis karena berada di jalur utama penumpang menuju ruang tunggu, sehingga memiliki potensi traffic yang tinggi.
"Secara positioning itu ideal sekali. Orang keluar dari security pasti lewat situ, karena memang tidak ada jalan lain menuju waiting room. Jadi secara lokasi kita berusaha ambil yang people gonna pass," ungkap Steven.
Langkah membuka PSIM Store di YIA menjadi bagian dari penguatan identitas klub sekaligus perluasan sumber pendapatan di luar kompetisi.
Ke depan, manajemen juga berencana menghadirkan berbagai kampanye promosi agar store semakin menarik minat pengunjung.
Khususnya wisatawan yang ingin membawa pulang merchandise resmi Laskar Mataram sebagai buah tangan dari Jogja. "Tentu kita sudah ada plan, tapi kita jalankan dan eksekusi bertahap satu per satu," bebernya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun