Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Siaga di Atas Awan: Merapi Luncurkan 102 Kali Guguran Lava dalam Sehari

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
Merapi luncurkan Wedhus Gembel atau Awan panas guguran (APG) Minggu (8/2/2026) pukul 03.01 WIB. Tertekam dari CCTV Jurangjero.
Merapi luncurkan Wedhus Gembel atau Awan panas guguran (APG) Minggu (8/2/2026) pukul 03.01 WIB. Tertekam dari CCTV Jurangjero.

Advertisement

 SLEMAN — Langit di atas Gunung Merapi sepanjang Selasa (4/8/2026) berganti dari cerah ke mendung, namun di balik perubahan cuaca itu, aktivitas vulkanik gunung berapi paling aktif di Indonesia ini justru menunjukkan dinamika yang tak pernah padam.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, sepanjang periode pengamatan 24 jam, Merapi yang berdiri megah setinggi 2.968 meter di atas permukaan laut itu meluncurkan material lava pijar sebanyak 14 kali menuju aliran Kali Boyong, dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.

Dari puncak kawah, teramati asap berwarna putih dengan intensitas tipis membubung setinggi 25 meter. Tekanan gas yang keluar tergolong lemah, namun cukup menjadi penanda bahwa perut gunung masih "bernapas". Kondisi visual gunung sendiri bervariasi—kadang tampak jelas, kadang tertutup kabut tingkat 0 hingga III.

Advertisement

Suhu udara di sekitar kawasan Merapi berkisar antara 17,3 hingga 27 derajat Celcius, dengan kelembaban yang sangat tinggi mencapai 98,8 persen—menciptakan suasana lembab yang khas di lereng gunung. Angin bertiup tenang ke arah barat, membawa sisa-sisa abu dan uap menuju sisi lain perbukitan.

Meski secara visual tampak tenang, instrumen seismik merekam aktivitas yang jauh dari kata sunyi. Sepanjang hari, tercatat 102 kali gempa guguran dengan amplitudo 2 hingga 65 mm dan durasi mencapai 203,5 detik.

Advertisement

Yang lebih mengkhawatirkan, BPPTKG juga mencatat 80 kali gempa Hybrid atau Fase Banyak—jenis gempa yang mengindikasikan pergerakan fluida dan tekanan magma di dalam dapur gunung. Amplitudo gempa ini mencapai 46 mm dengan durasi hingga 48,57 detik. Selain itu, 21 kali gempa Vulkanik Dangkal turut terekam, dengan amplitudo terbesar mencapai 275 mm.

"Dua jenis gempa terakhir ini menjadi sinyal penting bahwa pasokan magma dari dalam perut gunung masih aktif," demikian dikutip dari laporan petugas pengamat. Pasokan magma yang terus berlangsung ini berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran (APG) sewaktu-waktu.

Hingga berita ini diturunkan, BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III (Siaga). Status ini menandakan aktivitas vulkanik masih di atas normal dan dapat meningkat sewaktu-waktu.

BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di zona potensi bahaya. Ancaman guguran lava dan awan panas mengintai di sektor selatan hingga barat daya, meliputi aliran Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer. Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya membayangi aliran Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer.

Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Mitos Gunung Merapi: Mbah Petruk, Sosok Gaib Penjaga Merapi yang Dipercaya Beri Peringatan Lewat Mimpi 

Mitos Gunung Merapi: Mbah Petruk, Sosok Gaib Penjaga Merapi yang Dipercaya Beri Peringatan Lewat Mimpi 

Di lereng Gunung Merapi, ada satu nama yang selalu disebut setiap kali gunung ini bergerak, Mbah Petruk namanya. Ia bukan manusia, bukan pula juru kunci seperti yang selama ini banyak orang kenal lewat sosok Mbah Maridj

Merapi Masih Berpijar: 19 Kali Guguran Lava Sapa Lereng Barat Daya, Warga Diminta Waspada

Merapi Masih Berpijar: 19 Kali Guguran Lava Sapa Lereng Barat Daya, Warga Diminta Waspada

Di balik ketenangan alam sekitar lereng Gunung Merapi, geliat perut sang gunung purba ini nyatanya belum mereda. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat Gunung Merapi aktif.

Mengintip Napas Merapi: Saat Gunung Paling Aktif di Jawa Lempar Guguran Lava Sejauh 1,9 Km

Mengintip Napas Merapi: Saat Gunung Paling Aktif di Jawa Lempar Guguran Lava Sejauh 1,9 Km

Merapi tak pernah benar-benar tidur. Di balik kabut tipis dan udara pegunungan yang sejuk, raksasa berapi yang membentang di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah ini terus menunjukkan geliat alaminya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer