JOGJA - PSIM Jogja saat ini berada dalam situasi yang bisa dibilang kurang ideal, meski secara posisi klasemen masih cukup kompetitif.
Laskar Mataram menempati peringkat ketujuh klasemen sementara BRI Super League 2025/2026, namun di balik posisi itu tim menghadapi persoalan serius terkait komposisi dan kedalaman skuad.
Dari total 26 pemain yang dimiliki PSIM, sejumlah nama masih belum sepenuhnya pulih dari cedera. Beberapa di antaranya adalah Anton Fase, Donny Warmerdam, Yusaku Yamadera, hingga Harlan Suardi.
Kondisi ini membuat pilihan pemain menjadi semakin terbatas, terutama ketika memasuki putaran kedua kompetisi yang memiliki intensitas pertandingan lebih tinggi.
Situasi itu memaksa Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel untuk memaksimalkan sumber daya yang tersedia.
Apalagi PSIM mengisyaratkan tidak akan melakukan penambahan pemain di paruh kedua musim ini, sehingga seluruh fokus diarahkan pada skuad yang sudah ada sejak awal kompetisi.
"Saya kembali katakan, tidak ada transfer. Kami tidak dalam posisi untuk bisa mendatangkan pemain baru. Jadi kami gunakan skuad yang kami miliki," katanya, Senin (27/1/2026).
Keterbatasan pemain ini terlihat jelas pada laga melawan Persebaya Surabaya di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Minggu (25/1/2026). Pada pertandingan itu, PSIM hanya membawa 18 pemain dalam daftar susunan pemain (DSP).
Bahkan Van Gastel harus melakukan sejumlah penyesuaian dengan menempatkan beberapa pemain di posisi yang bukan merupakan posisi natural mereka.
"Saya mengambil risiko, saya masukkan pemain yang mana mereka tidak pernah bermain di posisi itu. Ini dilakukan karena situasi dan keadaan (banyak pemain cedera, Red)," ulasnya.
Di tengah kondisi itu, Van Gastel berharap para pemain yang saat ini masih dalam proses pemulihan bisa segera kembali bergabung bersama tim.
Menurutnya, kehadiran seluruh pemain sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas performa PSIM, terutama menghadapi jadwal padat dan persaingan ketat di putaran kedua.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pemain-pemain pelapis yang selama ini minim menit bermain untuk siap ketika dibutuhkan.
Pasalnya, banyak tim lain mulai melakukan pembenahan dan bongkar pasang skuad demi meningkatkan daya saing mereka.
"Sekali lagi, kami tidak dalam posisi mendatangkan pemain baru. Jadi kami butuh semua pemain yang masih ada di dalam skuad. Termasuk pemain pengganti yang tidak banyak bermain," tuturnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun