Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terpaksa Tak Bisa Menerima Kehadiran Suporter Persebaya ke SSA Bantul, Brajamusti Meminta Maaf

Adib Lazwar Irkhami • Kamis, 22 Januari 2026 | 21:22 WIB

 

Brajamusti saat pertemuan di Polda DIY.
Brajamusti saat pertemuan di Polda DIY.

JOGJA - Keluarga besar Brajamusti menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh suporter Persebaya Surabaya, Bonek, karena tidak dapat memfasilitasi kehadiran suporter tim tamu pada laga PSIM Jogja melawan Persebaya di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Minggu (25/1/2026) sore.

Permohonan maaf disampaikan langsung  Presiden Brajamusti Muslich Burhanuddin di Monumen PSSI, Kamis (22/1/2026) malam.

"Selama ini hubungan Brajamusti dengan Bonek terjalin baik. Pada laga perdana kompetisi, kami juga difasilitasi saat PSIM bertandang ke Surabaya.

Sesungguhnya besar harapan kami bisa melakukan hal yang sama," katanya.

Meski keinginan tersebut belum dapat terwujud, pria yang akrab disapa Thole ini menjelaskan, jika panitia pelaksana (Panpel) dan pihak kepolisian tetap berpegang pada Pasal 5 ayat 7 Regulasi Kompetisi Super League 2025/2026 yang melarang kehadiran suporter tim tamu di stadion. 

Dengan demikian, laga PSIM melawan Persebaya nanti dipastikan berlangsung tanpa kehadiran suporter tim tamu.

"Kami sangat terbuka terhadap kehadiran Bonek Mania. Tetapi dengan adanya regulasi larangan suporter tamu, dengan berat hati kami belum bisa bersilaturahmi di stadion," lontarnya.

Tak hanya itu, Thole juga menambahkan pihaknya telah berupaya maksimal melalui koordinasi intensif.

Koordinasi dilakukan sebanyak tiga kali, yakni pertemuan pada Rabu (21/1/2026), lalu di Polda DIY pada Kamis (22/1/2026), serta rencana koordinasi lanjutan di Polresta Jogja pada Jumat (23/1/2026) nanti.

"Usaha kami semaksimal mungkin demi silaturahmi dengan saudara-saudara dari Surabaya. Namun pada akhirnya kami harus menghargai keputusan panpel dan kepolisian, dan berharap silaturahmi ini tetap terjaga selamanya," lontarnya.

Baca Juga: Kisah Pilu Titik Sugiarti, PMI asal Magelang yang Berjuang Sendirian di Malaysia hingga Napas Terakhir

Di sisi lain, perwakilan Bonek Jogja, Cak Anom menyatakan pihaknya memahami dan menghormati kebijakan yang telah ditetapkan.

Sebab, menurutnya, larangan kehadiran suporter tim tamu merupakan keputusan resmi panitia pelaksana dan aparat keamanan, yang diambil demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.

 "Sebetulnya ada keinginan besar dari suporter PSIM untuk menyambut Bonek dengan penuh kehangatan sebagai bentuk persaudaraan.

Namun regulasi PT LIB masih melarang kehadiran suporter tim tamu. Karena itu, kami mengimbau kepada seluruh suporter Persebaya agar tidak memaksakan diri datang ke stadion," jelasnya.

Hal senada disampaikan perwakilan Bonek Sinyo Devara, yang mengaku juga memahami situasi yang terjadi saat ini. Oleh karena itu, Sinyo berharap saudara-saudara sesama suporter, Bonek dari seluruh wilayah menahan diri dan mengedepankan persaudaraan yang harapannya terjaga ke depan.

Apalagi, lanjut Sinyo, pihaknya juga telah memahami betul bagaimana usaha Brajamusti untuk ganti menyambut suporter Persebaya Surabaya di kandang PSIM Jogja. Namun memang regulasi menghalangi pertemuan silaturahmi tersebut.

"Melihat situasi saat ini, harapan tertinggi dari dulur-dulur Persebaya, bisa ambil hikmah. Kami berharap ada penurunan ego teman-teman Persebaya agar ke depan silaturahmi persaudaraan Jogja-Surabaya bisa berjalan sebaik saat ini.

Kami imbau Bonek dan segenap suporter Persebaya untuk menahan diri, mendoakan pertandingan berjalan lancar tanpa insiden," cetusnya. (ayu/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#kepolisian #bonek mania #stadion sultan agung #bonek #Stadion Sultan Agung (SSA) #stadion #Suporter #stadion sultan agung bantul #persebaya surabaya #Brajamusti #Monumen PSSI #Cak Anom #Bantul #Panitia Pelaksana #Sinyo Devara #suporter PSIM #surabaya #Muslich Burhanuddin