BANTUL - Teka-teki pasifnya PSIM Jogja di bursa transfer paruh musim akhirnya terjawa.
Direktur Utama Yuliana Tasno meluruskan pernyataan Pelatih Jean-Paul van Gastel terkait kondisi finansial klub yang disebut-sebut menjadi penghalang pendatangan pemain anyar.
Liana, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa sebenarnya persoalan itu bukan karena ketiadaan anggaran.
Sebab, alokasi budget itu sudah disepakati sejak awal musim. Manajemen pun juga telah memberikan kebebasan penuh kepada tim pelatih untuk mengelola anggaran yang tersedia.
"Budget kan sudah disiapin dari awal sebenarnya. Nah, kami dari sisi manajemen itu membebaskan kepada first team untuk memilih gitu lho.
Pokoknya, intinya kan budget-nya sekian gitu," katanya, Minggu (4/1/2026).
Selain itu, tim pelatih sendiri sebenarnya juga memiliki pertimbangan khusus untuk memaksimalkan anggaran itu.
Alasan utama tidak merekrut pemain baru karena tim pelatih merasa kesulitan untuk mencari pemain berkualitas di tengah kompetisi.
"Jadi waktu itu mereka all out, benar-benar all out di putaran pertama. Inget tidak kami tambah Anto Fase dan Donny Warmerdam," tegasnya.
Maka dari itu, keputusan untuk tidak belanja pemain baru bagi Liana sudah merupakan konsekuensi dari tim pelatih.
Apalagi, sejak awal musim lalu tim pelatih juga sudah yakin dengan pemain yang dimiliki.
Baca Juga: PSS Sleman Diuntungkan dengan Kiper Yang Mumpuni di Tengah Jadwal Laga-Laga Krusial ke Depan
"Jadi maksudnya bukan tidak ada budget seperti yang dikatakan gitu ya. Cuma maksudnya mereka sudah memaksimalkan budget yang ada," lontarnya.
Disinggung jika tim pelatih berubah pikiran untuk mendatangkan pemain baru, Liana ingin tim pelatih bertanggungjawab dengan komitmen awal.
Wanita berusia 41 tahun ini juga meminta agar tim berusaha dengan pemain yang ada sekarang. "Tapi kami manajemen pasti support terus," lontarnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun