SLEMAN - Meski jarang mendapatkan menit bermain reguler, saat ini nama Junior Haqi tengah menjadi buah bibir para suporter PSS Sleman. Diketahui, dalam statistik mencatat dari 12 pertandingan yang telah dilakoni PSS di kompetisi Championship musim 2025/2026, Junior Haqi baru tampil tiga kali. Namun efektivitasnya di lapangan membuatnya layak disebut sebagai super sub paling mematikan bagi Super Elja saat ini.
Memang perjalanan Junior Haqi di musim ini tidak instan. Pada putaran pertama saat melawan Deltras FC, pemain bernomor punggung 22 itu hanya diberi kesempatan mencicipi rumput stadion selama dua menit jelang laga bubar.
Kendati demikian, momen pembuktiannya datang di putaran kedua. Saat menghadapi Persiku Kudus di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Senin (17/11) lalu, Junior Haqi yang masuk di babak kedua langsung menghentak.
Mantan pemain Timnas Minifootball Indonesia ini sukses mencetak gol krusial pada menit ke-48. Gol itu sekaligus menjadi pembuktian ketajamannya sebagai gelandang.
Tren positif itu berlanjut saat PSS kembali bersua Deltras FC di putaran kedua. Masuk sebagai pemain pengganti, Junior Haqi sebenarnya sempat mencetak gol, namun sayang harus dianulir wasit. Meski begitu, kontribusinya dalam mengubah arus permainan sangat dominan hingga ia dinobatkan sebagai Man of The Match (MoTM) dalam laga itu.
Puncaknya, performa efisien Junior Haqi diganjar pengakuan bergengsi. Hingga pekan ke-12, nama Junior Haqi masuk dalam jajaran 11 Pemain Terbaik (Best XI) pilihan kompetisi Championship musim 2025/2026. Tentu saja hal itu menjadi sebuah capaian langka bagi pemain yang lebih sering memulai laga dari bangku cadangan.
Menanggapi performa gemilangnya, Junior Haqi memilih merendah. Sebab, pemain berusia 24 tahun ini menyebut pencapaiannya itu bukan dari hasil kerja kerasnya seorang diri. Melainkan adanya dukungan spiritual dari orang-orang terdekat dan soliditas tim.
"Ini berkat doa orang rumah, orang tua, dan pasangan saya. Itu sangat membantu saya. Tentu saja ini juga berkat kerja sama tim," bebernya, Kamis (27/11).
Tak hanya itu, walaupun saat ini tengah dielu-elukan para suporter PSS, Junior Haqi tidak mau terlena. Mantan pemain EPA U18 Persija Jakarta tahun 2019 silam itu bertekad menjadikan pencapaian masuk Best XI sebagai cambuk untuk bisa tampil lebih baik lagi.
"Saya tidak mau cepat puas diri. Saya akan belajar terus agar ke depannya akan lebih baik dan tim akan selalu menang," tegasnya. (ayu/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita