JOGJA - Kontingen DIY menorehkan prestasi cukup membanggakan di kancah olahraga disabilitas pelajar nasional.
Tampil memukau di Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) IX Tahun 2025 yang berlangsung di DKI Jakarta, para atlet disabilitas belia dari Kota Pelajar ini sukses membawa pulang total sembilan medali.
Sembilan keping medali yang dibawa pulang oleh tim DIY di ajang Peparpenas 2025 kali ini terdiri atas satu emas, lima perak, dan tiga perunggu.
Medali emas tunggal dipersembahkan oleh srikandi tangguh dari cabang para tenis meja, yakni Ervina Maulida Aprilliliani. Ervina tak terbendung di nomor Tunggal (TT11) Putri dan memastikan DIY menjadi yang terbaik.
Sedangkan lima medali perak dipersembahkan Rizky Fadhilla Cahyani yang turun di para tenis meja tunggal terbuka putri, Athalia Saifani pada para atletik lari 100 m (CP T35-36) putri, Muhammad Fadhil Rafif yang turun di cabang para bulutangkis nomor tungal (WH 2) putra, dan Kasihan Nur Aini yang menang di dua nomor yakni para atletik nomor lari 400 m (WH T52-54) putri, serta di nomor lari 100 m (WH T 52-54) putri.
Untuk medali tiga medali perunggu dipersembahkan Ervina Maulida Aprilliliani dan Risang Aji Oktavian yang turun di cabang para tenis meja nomor ganda campuran (T11), Feyza Ilona Putri Sutrisno yang turun di cabang para tenis meja nomor tunggal (TT1-TT5) putri, serta Cahyo Kuncoro di cabang para atletik di nomor lari 100 m (T11-T12) putra.
"Saya merasa bangga dan bersyukur dapat mendampingi serta memantau langsung perjuangan kontingen DIY dalam ajang ini," ujar Sekretaris National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) DIY Sudartik, Jumat (14/11/2025).
Dalam Peparpenas IX Tahun 2025 ini, kontingen DIY menerjunkan total 12 olahragawan putra, delapan olahragawan putri, dan delapan pelatih untuk berkompetisi di empat cabang olahraga (cabor) utama. Keempat cabor tersebut adalah, para atletik, para bulutangkis, para renang, dan para tenis meja.
Menurut Sudartatik, selama perhelatan Peparpenas 2025 lalu itu, perjuangan atlet-atlet muda DIY patut menjadi sorotan. Sebab, menurutnya, para atlet tersebut berhasil tampil penuh percaya diri, menjunjung sportivitas, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.
"Saya menyaksikan secara langsung bagaimana para atlet muda DIY bertanding dengan semangat luar biasa. Mereka berjuang tidak hanya untuk medali, tetapi juga untuk membuktikan kemampuan dan kesetaraan," lontarnya.
Tak hanya itu, Sudartatik juga berharap capaian di ajang Peparpenas 2025 itu bisa menjadi motivasi bersama untuk terus memperkuat pembinaan olahraga disabilitas pelajar di DIY.
Sebab, NPCI DIY ingin di masa mendatang akan lahir lebih banyak atlet muda tangguh yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun