RADAR JOGJA - Menjelang duel panas melawan Arab Saudi pada 9 Oktober 2025, sorotan publik tidak hanya tertuju pada strategi permainan, tetapi juga pada valuasi tinggi skuad Merah Putih.
Nilai pasar skuad Timnas Indonesia kini menembus angka fantastis: Rp 511,89 miliar.
Angka tersebut membuat Indonesia menyalip Irak dan mendekati seperti Arab Saudi.
Lonjakan nilai ini tak sekadar angka di atas kertas.
Media internasional seperti Al Jazeera menyebut bahwa nilai pasar skuad Garuda saat ini berada di kisaran €25,6 juta, atau setara Rp 511,89 miliar berdasarkan kurs yang digunakan.
Sejumlah pemain keturunan yang kini meniti karier di Eropa menjadi faktor penting di balik meningkatnya nilai pasar skuad Garuda.
Salah satunya Jay Idzes, bek tangguh yang memperkuat Sassuolo di kompetisi Serie A Italia, tercatat memiliki valuasi tertinggi di tim nasional dengan kisaran 7,5 juta euro.
Di posisi berikutnya ada Kevin Diks, pemain belakang yang kini membela Borussia Mönchengladbach, dengan nilai pasar mencapai 5 juta euro.
Kedua pemain tersebut menjadi representasi dari peningkatan kualitas individu yang kini mampu bersaing di level sepak bola Eropa.
Selain mereka, nama-nama seperti Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, dan Sandy Walsh juga menunjukkan performa konsisten di klub masing-masing, sehingga turut mendongkrak nilai pasar tim nasional.
Dengan valuasi Rp 511,89 miliar, skuad Garuda berhasil melewati Irak yang berada di angka Rp 385,44 miliar dan hanya terpaut sedikit dari Arab Saudi yang mencapai Rp 531,88 miliar.
Kehadiran para pemain diaspora ini memberikan warna baru bagi sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Kebun Raya Bogor, Salah Satu Tempat Yang Wajib Dikunjungi Saat Berada di Bogor!
Jika sebelumnya Timnas Garuda lebih banyak mengandalkan pemain dari kompetisi domestik, kini kekuatan tim semakin merata dengan perpaduan pemain lokal dan mereka yang berpengalaman di luar negeri.
Setelah sekian lama menjadi tim kuda hitam, kini timnas Indonesia mulai diakui sebagai kekuatan baru yang layak diperhitungkan di level Asia. (Bima Samudra)
Editor : Meitika Candra Lantiva