SLEMAN - PSS Sleman kembali mendapati situasi sulit saat menghadapi tuan rumah Persiku Kudus di Stadion Wergu Wetan, Minggu (21/9). Sebab, manajer teknis Pieter Huistra dipastikan tidak dapat mendampingi timnya secara langsung dari pinggir lapangan karena terbentur regulasi.
Meskipun harus menghadapi rintangan regulasi, semangat juang PSS tidak pudar. Tim pelatih dan pemain tetap bersatu untuk meraih hasil terbaik di laga melawan Persiku Kudus nanti.
Pelatih Kepala PSS Sleman Ansyari Lubis pun juga mengaku tidak mau terlalu memikirkan hal itu. Sebab, pihaknya sudah melakukan persiapan untuk menghadapi tantangan tersebut.
"Mudah-mudahan sama seperti kemarin (saat lawan Persiba Balikpapan). Artinya Coach Pieter memang tidak bisa ada di bench. Tapi kami selalu di latihan, semuanya sudah jelas. Jadi kami tinggal menjalani saja," ungkapnya Jumat (19/9/2025).
Situasi ini bukanlah hal baru bagi Super Elang Jawa. Mengingat pada laga perdana saat menjamu Persiba Balikpapan di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Sleman, Senin (15/9) lalu, PSS juga tidak didampingi Huistra di bench. Di pertandingan itu, Huistra memberikan instruksi kepada tim pelatih melalui handy talkie (HT) dari atas tribun penonton.
Meskipun tidak berada di dekat para pemain, strategi ini terbukti efektif. PSS meraih kemenangan 2-1 atas Persiba Balikpapan berkat gol yang dicetak Cleberson Souza dan Gustavo Tocantins.
Maka dari itu, keberhasilan di laga perdana itu menunjukkan bahwa PSS memiliki tim pelatih yang solid di bawah arahan Huistra. Meskipun harus memberikan instruksi dari jarak jauh, komunikasi yang terjalin antara Huistra dan pelatih berjalan baik.
Para pemain pun mampu menerjemahkan strategi yang diberikan dan menghasilkan performa yang memuaskan. "Iya, artinya ada komunikasi," ucap pelatih yang akrab disapa Uwak itu. (ayu/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita