RADAR JOGJA - Paris Saint Germain terinspirasi oleh kesuksesan stadion-stadion baru yang canggih di Los Angeles, saat peraih gelar Liga Champions itu memulai proses pembangunan stadion baru untuk tim, demikian pernyataan CEO Victoriano Melero.
Satu tempat, khususnya, telah menarik perhatian PSG di Los Angeles, yakni SoFi Stadium.
PSG sedang menjajaki opsi di luar Parc des Princes yang berkapasitas 48.000 orang, dan para petinggi tim akan menghabiskan waktu satu tahun untuk mempelajari lokasi-lokasi potensial di Massy dan Poissy, dengan tujuan untuk menawarkan berbagai pilihan hiburan, kata Melero.
"Tantangan berikutnya adalah stadion baru," kata Melero. "Selama satu tahun kami akan melakukan analisis dan membuat pilihan untuk masa depan kami, dan kami terinspirasi oleh apa yang terjadi di AS dengan fasilitas olahraga," katanya.
"Salah satu contohnya adalah SoFi Stadium. Ini luar biasa dan lebih dari sekadar fasilitas olahraga, ini benar-benar bagian dari hiburan dan pertunjukan.
Jadi, itulah yang benar-benar ingin kami dorong untuk mendiversifikasi pendapatan kami."
SoFi Stadium, sebuah keajaiban teknologi yang dibuka pada tahun 2020, merupakan rumah bagi tim NFL Rams dan Chargers dan telah menyelenggarakan konser artis seperti Taylor Swift dan Beyonce.
Stadion ini akan memainkan peran penting dalam Piala Dunia musim panas mendatang dan Olimpiade Los Angeles 2028.
Stadion senilai $5 miliar (81 triliun) ini terletak di Hollywood Park, sebuah area komersial dan perumahan yang sedang berkembang.
Stadion berkapasitas 70.000 penonton di dalam dan luar ruangan ini terletak di sebelah Intuit Dome, arena NBA berteknologi tinggi yang dibuka tahun lalu.
PSG melihat Massy, di selatan Paris, dan Poissy, di barat ibu kota Prancis, sebagai lokasi potensial untuk stadion baru. Tim akan bermain di Parc des Princes untuk sementara waktu selama stadion baru dibangun.
Para penggemar dan investor AS telah memainkan peran penting dalam kesuksesan klub yang menakjubkan, baik di dalam maupun di luar lapangan, kata Adrien Frier, konsul jenderal Prancis di Los Angeles.
“Paris Saint Germain adalah apa yang Anda sebut di sektor teknologi sebagai unicorn, dan ini adalah unicorn yang memiliki darah Amerika di dalamnya,” katanya dalam sebuah resepsi untuk menghormati tim di Beverly Hills, di mana trofi Liga Champions dipamerkan.
PSG memiliki sekitar lima juta penggemar di AS dan telah mendapatkan keuntungan dari kemitraan terkenal mereka dengan merek ikonik Nike, Air Jordan.
Arctos Partners yang berbasis di AS memegang 12,5% saham tim, dengan pemilik mayoritas Qatar Sports Investments memiliki 87,5% sisanya untuk klub yang bernilai $ 4,4 miliar.
Editor : Satria Putra Sejati