Pemilik Bantah Ada Rekayasa, Persilakan Polisi Selidiki Rumah Api Seyegan Sleman

SLEMAN - Seluruh peneliti telah menyatakan tidak ada faktor alam yang menyebabkan kebakaran di rumah api Seyegan. Karena itu, Satreskrim Polresta Sleman melakukan penyelidikan untuk mencari fakta apakah ada campur tangan manusia atau tidak dalam peristiwa ini.
Pemilik rumah api Seyegan Mutfiana mengaku bingung dengan kesimpulan para peneliti. Mereka yang awalnya menjelaskan bahwa di rumahnya diduga ada berbagai jenis gas, tetapi kini tiba-tiba menyebutkan tidak ada. Bahkan pada Senin (1/6) lalu tim dari UGM menyaksikan sendiri api muncul di dalam rumahnya.
"Waktu itu keluarga enggak boleh masuk. Yang masuk itu hanya yang boleh patroli dan itu terbakar. Itu penjelasannya bagaimana," katanya saat ditemui di kediamannya, Selasa (16/6).
Dia mengaku tidak masalah jika Satreskrim akan turun melakukan penyelidikan penyebab munculnya api. Keluarga justru merasa bersyukur karena merasa dibantu menemukan penyebab fenomena ini.
Menurutnya, sangat tidak logis jika api ini dibuat-buat, apalagi oleh anggota keluarga. Akibat peristiwa ini usaha pemotongan ayam keluarga juga berhenti dan kini kehilangan pelanggan. Belum lagi kondisi rumah yang temboknya kini memiliki banyak corak gosong hingga ada bagian lantai yang dihancurkan dalam rangka mencari rembesan gas.
Keluarga tahu betul jerih payah untuk mendapatkan barang-barang yang kini sudah habis terbakar. "Menabung buat beli spring bed, nabung buat beli baju. Kok ya tega banget, terus motifnya itu apa? Enggak mudah dapatnya, butuh proses panjang mosok kita bakar sendiri," ujarnya.
Jika pun anggota keluarganya dituduh menyulut api sendiri, baginya tidak masuk akal. Api pernah muncul saat dia tidak ada di rumah, begitu juga saat ayah, ibu, dan adiknya tengah pergi. Bahkan saat di rumah kosong api juga pernah muncul.
"Kalau dipanggil atau digeledah, monggo. Aku gakpapa, kami tidak menutupi. Malah silakan," tambahnya.
Apabila yang memancing kecurigaan bahwa intensitas api turun saat mulai dilakukan pemasangan CCTV, Mutfiana menilai karena di dalam rumahnya sudah tidak ada lagi barang-barang yang mudah terbakar. Semuanya sudah dipindahkan saat CCTV kali pertama dipasang pada Senin (8/6) lalu. Berbeda jika CCTV segera dipasang saat peristiwa pertama terjadi.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




