RADAR JOGJA - Carlo Ancelotti mengatakan bahwa 'tidak perlu ada drama' ketika dia mengkonfirmasi rencana kepergiannya dari Real Madrid, dan mengakui bahwa tim membutuhkan “dorongan baru”.
Ancelotti juga mengkonfirmasi bahwa ia akan menjadi pelatih kepala baru Brasil, dengan menambahkan bahwa ia akan mulai bertugas pada 26 Mei, pada akhir musim La Liga.
Berbicara dalam konferensi pers pada menjelang pertandingan Real Madrid melawan Mallorca pada Kamis (15/5) dini hari, Ancelotti enggan membahas mengapa klub belum mengumumkan kepergiannya secara resmi.
“Real Madrid akan mengeluarkan pernyataan ketika mereka menginginkannya, tidak ada masalah di sana,” ujar Ancelotti.
“Mereka akan melakukannya ketika itu adalah waktu yang tepat bagi Real Madrid ... Brasil adalah sebuah tantangan besar, tapi sampai 26 Mei saya masih pelatih Real Madrid. Saya ingin mengakhiri tahap akhir dari petualangan fantastis ini dengan baik. Karena rasa hormat yang saya miliki kepada klub ini, para penggemar dan para pemain, saya benar-benar fokus,” jelasnya.
Ancelotti menolak untuk mengatakan kapan ia menyadari bahwa ia akan meninggalkan klub asal Madrid pada akhir musim ini, meskipun ia masih memiliki kontrak hingga Juni 2026.
“Apa yang saya bicarakan dengan klub adalah hal yang sangat pribadi,” katanya.
“Sepakbola, seperti halnya kehidupan, adalah sebuah petualangan yang berawal dan berakhir. Ketika Anda tiba di Real Madrid, Anda tahu bahwa suatu saat semuanya akan berakhir... Saya ingin mengakhiri semuanya dengan baik di sini, itulah yang dituntut oleh profesionalisme saya,” imbuhnya.
Los Blancos dikalahkan 4-3 oleh Barcelona di El Clasico, membuat mereka tertinggal tujuh poin dari sang pemuncak klasemen La Liga.
Hasil tersebut berarti Barcelona akan dipastikan menjadi juara jika Madrid gagal mengalahkan Mallorca, atau jika Barca mengalahkan Espanyol pada hari Kamis. Ancelotti berada di bawah tekanan yang semakin besar setelah musim yang mengecewakan di Bernabeu.
Real Madrid tersingkir di perempat final Liga Champions dan dikalahkan oleh Barcelona di final Copa del Rey, sementara kekalahan di Clasico pada pekan lalu secara efektif mengakhiri harapan mereka untuk meraih gelar juara Liga, yang berarti mereka akan mengakhiri musim kompetisi domestik tanpa satu pun trofi.
“Saya tidak bisa menjadi pelatih Real Madrid selamanya,” ujar Ancelotti.
“Itu karena banyak alasan, mungkin saja klub membutuhkan dorongan baru. Itu adalah hal yang normal dalam hidup, tidak perlu ada drama... Mungkin sudah waktunya untuk perubahan, itu saja. Ini adalah keputusan bersama untuk mengakhirinya di sini,” tegasnya.
Ancelotti telah lama dikaitkan dengan pekerjaan di Brasil, dan merupakan kandidat pilihan presiden CBF, Ednaldo Rodrigues, yang sebelumnya mempertimbangkan untuk mengambil jabatan itu pada 2023.
Pelatih asal Italia itu tidak mau mengungkapkan mengapa CBF merasa perlu untuk mengumumkan perekrutannya pada hari Senin, ketika kepergiannya dari Madrid belum diresmikan.
Dikabarkan bahwa Real Madrid sedang menyelesaikan kesepakatan untuk Xabi Alonso untuk mengambil alih posisi Ancelotti, setelah dia mengkonfirmasi bahwa dia akan meninggalkan Bayer Leverkusen.
Madrid dan Alonso ingin agar sang pelatih dapat mengambil alih tim untuk Piala Dunia Antarklub bulan depan di Amerika Serikat.
Editor : Satria Putra Sejati