RADAR JOGJA - Juventus tersandung dalam kekalahan 1-0 di Parma pada Kamis (24/4) dini hari, gagal untuk tampil mengesankan dengan penampilan yang kurang baik saat mereka tergelincir keluar dari empat besar Serie A/ Liga Italia dengan musim yang semakin mendekati akhir.
Juventus berada di peringkat lima dengan 59 poin, satu poin di belakang Bologna yang menempati tempat terakhir di Liga Champion, dengan lima pertandingan tersisa.
Sementara itu, Parma, mengambil langkah signifikan untuk menjauh dari zona degradasi dan memiliki 31 poin, unggul enam poin atas Venezia yang berada di peringkat 18.
Babak pertama berlangsung membosankan, dengan kedua tim terlihat sudah bersiap untuk istirahat di akhir musim, bermain dengan lambat dan nyaris tidak menciptakan peluang hingga menit-menit akhir.
Mateo Pellegrino membakar semangat para pendukung tuan rumah sebelum jeda, melayang di udara pada masa tambahan waktu babak pertama untuk menyambut sebuah umpan silang dan menyundul bola dengan presisi tinggi ke dalam gawang untuk mencetak satu-satunya gol dalam laga ini.
“Kami sedikit kekurangan dalam segala hal. Kami banyak menekan di babak kedua, tetapi kami tidak cukup berbahaya,” kata pelatih Juventus, Igor Tudor.
“Kami tidak memiliki determinasi dan keinginan. Terlalu sering, kami hanya senang untuk berpartisipasi. Kami harus berkembang, menjadi jahat dan memiliki keinginan untuk menang dan bertarung,” imbuhnya.
Pemain Si Nyonya Tua, Dusan Vlahovic, digantikan saat jeda, dengan media Italia melaporkan bahwa sang penyerang mengalami cedera paha, dengan Francisco Conceicao menggantikan pemain asal Serbia tersebut.
Babak kedua berlangsung dengan cara yang sama seperti babak pertama, dengan Juventus melakukan tekanan di menit-menit akhir, namun penjaga gawang Parma, Zion Suzuki, membuktikan bahwa lini pertahanan terakhir mereka tampil kokoh, menggagalkan peluang tim besutan Igor Tudor untuk menyamakan kedudukan.
Editor : Satria Putra Sejati