RADAR JOGJA – PSIM Jogja sukses kembali ke kancah tertinggi sepak bola Indonesia setelah hampir dua dekade tertahan di kasta kedua.
Kepastikan promosi tim yang memiliki sejarah panjang dalam persepak bola Indonesia tersebut didapat setelah kemenangan 2-1 atas PSPS Pekanbaru pada matchday terakhir babak 8 besar Pegadaian Liga 2 2024/25 pada Senin (17/2) sore.
PSIM menjadi pemuncak klasemen grup Y dengan koleksi 15 poin sekaligus berlaga di babak final dengan menantang Bhayangkara FC pada Selasa (25/2) mendatang.
Kesuksesan Laskar Mataram pada musim ini tidak lepas dari kepemimpinan pelatih yang telah memberikan arahan.
Awalnya Seto Nurdiantoro dijadikan sebagai pelatih utama PSIM, namun sebelum babak grup pertama, manajemen Laskar Mataram memutuskan mengistirahatkan sang pelatih.
Erwan Hendarwanto pun ditunjuk sebagai pelatih caretaker PSIM.
Debut perdana Erwan pun berjalan mulus dengan kemenangan atas Persiku Kudus pada 11 Januari yang membawa Laskar Mataram lolos ke babak 8 besar.
Di babak 8 besar, PSIM tergabung di grup Y bersama Persiraja Banda Aceh, PSPS Pekanbaru dan Deltras Sidoarjo.
Diawali kemenangan kandang atas Deltras 1-0, PSIM kalahkan PSPS dalam laga tandang dengan skor yang cukup identik.
Laskar Mataram melanjutkan penampilan impresif tersebut dengan kemenangan 2-0 atas Persiraja pada 31 Januari, namun Rafinha dan kolega takluk dalam lawatan ke Aceh saat laga tandang lawan Persiraja.
Meskipun begitu, PSIM membuktikan kelasnya dengan kemenangan tandang atas Deltras pada 12 Februari dan pertandingan yang memutuskan promosi terjadi di Stadion Mandala Krida.
Baca Juga: Nikmati Alam dengan Perkemahan, Bikers Honda Kumpul Bareng di Honda Bikers Motour Camp
PSIM kalahkan PSPS dengan skor 2-1 dimana euforia dari para Brajamusti dan Maiden bertumpah ruah memadati Stadion.
Bisa dikatakan, Laskar Mataram di tangan Erwan telah melakoni tujuh pertandingan dengan catatan enam kemenangan dari tujuh pertandingan.
Jika dikalkulasikan, Erwan memilki catatan kemenangan sekitar 85% lebih dengan membawa Laskar Mataram promosi ke Liga 1.
Editor : Bahana.