RADAR JOGJA - Pelatih kepala tim nasional wanita Amerika Serikat (USWNT), Emma Hayes mengatakan bahwa masih banyak yang harus dilakukan sebelum manajer wanita diberi kesempatan dalam sepak bola pria.
Hayes adalah salah satu pelatih tersukses dalam permainan sepakbola wanita, setelah memenangkan berbagai gelar bersama Chelsea Women dan baru-baru ini memenangkan emas di Olimpiade Paris bersama USWNT.
Dalam agenda program dari BBC Today pada Jumat (6/9), Hayes menegaskan untuk sekarang klub sepakbola pria belum siap untuk menerima kehadiran pelatih wanita.
“Kalau tidak, itu pasti sudah terjadi sekarang,” ucap Hayes.
Forest Green Rovers dari divisi empat menjadi tim sepak bola profesional pertama di Inggris yang menunjuk seorang pelatih kepala wanita ketika Hannah Dingley diberi pekerjaan itu untuk sementara waktu tahun lalu.
“Saya telah mengatakan hal ini jutaan kali. Anda bisa menemukan pilot wanita, dokter wanita, pengacara wanita, bankir wanita, tetapi Anda tidak bisa menemukan pelatih wanita yang bekerja di permainan pria atau memimpin para pria,” imbuhnya.
“Ini hanya menunjukkan kepada Anda betapa banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” lanjutnya.
Hayes memenangkan tujuh gelar Liga Super Wanita dalam 12 tahun masa kepemimpinannya di Chelsea. Selama itu, tim pria memiliki 11 manajer yang berbeda.
Hayes menjelaskan seringkali banyak orang berpikir bahwa seorang wanita tidak dapat mengelola ruang ganti yang berisi para pemain pria. Namun, kenyataannya dua telah mengelola 25 pria yang merupakan staf yang bekerja dengannya.
“Saya tidak pernah berpikir bahwa para pemain akan menjadi masalah. Saya pikir para pemain ingin dilatih. Dan jika ada pelatih terbaik yang tersedia kebetulan adalah seorang wanita, mereka akan menerima hal itu, seperti halnya mereka melakukan hal lain dalam hidup,” tegas Hayes.
Pada tahun 2021, ia dilaporkan bersaing untuk mengambil alih tim putra divisi tiga Wimbledon.
Pada saat itu, ia mengatakan bahwa adalah sebuah “penghinaan” untuk menggambarkan sepak bola wanita sebagai langkah mundur dari permainan pria. (uta)
Editor : Bahana.