RADAR JOGJA - KONI DIY melepas tim bola basket 3x3 putri sebagai kontingen DIY yang ditunjuk PB Perbasi untuk mewakili Indonesia berlaga di FIBA Asia 3x3 Nations League 2024. Ajang ini akan berlangsung di Malaysia.
Ketua Umum KONI DIY Djoko Pekik Irianto menjelaskan, kebetulan tiga dari empat atlet yang dikirimkan ke FIBA Asia 3x3 Nations League 2024 itu pemain dari tim pemusatan latihan daerah (Puslatda) PON DIY. Mereka nantinya juga akan berangkat ke PON 2024.
"Tentu kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada PB Perbasi yang telah memberikan kepercayaan kepada DIY. Di mana atlet kami mewakili Indonesia untuk kejuaraan Asia di Malaysia," ucapnya di kantor KONI DIY, Kamis (18/7).
Ada empat atlet yang akan berangkat, tiga di antaranya dari DIY. Mereka adalah Aimee Tampu Francienne, Angelica Jennifer Candra dan Lidwina Ruth Riratri Dwi dari DIY, serta Sabrina Ayu Sandewang dari Sulawesi Selatan.
Djoko berharap dengan adanya perwakilan atlet dari DIY yang ikut FIBA Asia 3x3 Nations League 2024 bisa menjadi ajang uji coba mereka. Mengingat saat ini sudah berada pada periode pra-kompetisi sebelum PON berlangsung.
Selain itu, dia juga ingin para atlet itu bisa memberikan kontribusi untuk memperkokoh baik fisik, teknik, dan utamanya mental dalam bertanding. Diharapkan mereka dapat memberikan performa tertingginya di PON Sumut-Aceh.
"Namun demikian kami juga berharap para atlet ini saat bermain di Malaysia bisa bermain sebagus mungkin karena mewakili Indonesia. Tetapi tetap kami berpesan agar jangan sampai terjadi cedera, karena performa utama nanti kami harapkan di PON," ungkapnya.
Sementara Manajer Timnas Basket 3x3 Putri Andreas Kobo menjelaskan, para atlet yang berangkat ke Malaysia berlaga di MABA Basketball Stadium, Kuala Lumpur. Mereka akan di wilayah Asia 1 yang berisi Indonesia, Singapura, Malaysia, Qatar, Saudi Arabia, dan Selandia Baru.
"Juara Asia 1 ini akan menuju ke FIBA 3x3 World Cup September mendatang. Jadi ini kesempatan sangat baik untuk tiga pemain DIY yang berlaga di PON, dengan mendapat laga uji coba yang luar biasa tentunya kesempatan ini," katanya.
Menurut Andreas, walaupun memiliki peta persaingan sangat berat, Indonesia berjanji akan memberikan permainan terbaik. "Jadi kami mohon untuk atensinya, sehingga kami bisa mewakili Indonesia dengan hasil terbaik," cetusnya.
Selain itu, meski secara pribadi Andreas tidak memiliki target juara, ia ingin atlet-atletnya bisa menimba ilmu sebanyak-banyaknya di sana. Juga dapat meraih posisi atau ranking paling maksimal di ajang tersebut. (ayu/laz)