Dia kembali terpilih secara aklamasi sekaligus dilantik Ketua Umum Pengprov PBSI Jateng Basri Yusuf pada Sabtu (24/2) lalu.
Dia akan menjabat selama empat tahun ke depan yaitu pada 2023-2027. "Sebenarnya pelantikan akan dilaksanakan Desember 2023 lalu, tapi karena masih ada pemilu jadi diundur," ungkapnya Senin (26/2).
Menurutnya, setelah terpilihnya kembali menjadi Ketum PBSI Purworejo, dia akan kembali memulihkan kembali semangat para atlet untuk berlatih.
"Kemungkinan akan ada banyak turnamen hingga menertibkan klub," sambung dia.
Di Kabupaten Purworejo, baru ada lima klub yang terdaftar resmi di PBSI dan menjadi klub pembinaan.
Padahal, selain itu masih banyak klub lain yang dibentuk oleh komunitas atau kelompok yang juga berpotensi. "Tetapi mereka belum terdaftar secara resmi di PBSI," jelas dia.
Dia berharap, ke depan cabang olahraga (cabor) bulu tangkis di Kabupaten Purworejo dapat semakin maju.
Tidak hanya atletnya saja, melainkan juga sarana dan prasarana yang mendukung untuk cabor bulu tangkis.
Sebab, kata Abdullah, fasilitas gedung olahraga bulu tangkis di Kabupaten Purworejo masih kurang representatif dibandingkan dengan wilayah lain.
Untuk itu, dia berharap adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo untuk dapat memfasilitasi hal tersebut.
"Gedung olahraga adalah salah satu sarana vital untuk menciptakan atlet-atlet berprestasi," ujarnya.
Dengan gedung yang baik akan lebih memotivasi atlet untuk berlatih. Mengingat, selama ini, tempat latihan yang representatif di Kabupaten Purworejo baru di gedung GSH Purworejo.
Editor : Bahana.