Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harus Lebih Fight Lagi, Bima Perkasa Menelan Dua Kali Kekalahan di Laga Kandang

Rizky Wahyu Arya Hutama • Selasa, 23 Januari 2024 | 01:54 WIB
SHOOT: Pemain Bima Perkasa Jogja saat menghadapi Rajawali Medan di GOR Pancasila UGM, Minggu (21/1) malam.
SHOOT: Pemain Bima Perkasa Jogja saat menghadapi Rajawali Medan di GOR Pancasila UGM, Minggu (21/1) malam.

JOGJA - Bima Perkasa Jogja (BPJ) harus rela menelan dua kali kekalahan beruntun di kandang pada ajang Indonesia Basketball League (IBL) 2024.

Setelah kalah dari Dewa United Sabtu (20/1) malam lalu, BPJ harus kembali mengakui keunggulan Rajawali Medan dengan skor 76-52 di GOR Pancasila UGM, Minggu (21/1) malam.

Sebenarnya di laga kontra Rajawali Medan ini, BPJ banyak menurunkan pemain muda. Mereka bisa mengimbangi skuad besutan Raoul Miguel Hadinoto itu di awal kuarter.

Terlebih, usai dunk Feliciano Perez Neto menggemuruhkan GOR yang dipadati ratusan Kanca Bima, fans Bima Perkasa Jogja.

Namun, Rajawali step up di babak kedua. Mereka mampu mengunci kemenangan.

Usai kekalahan itu, Bima Perkasa Jogja mempunyai rencana yang jelas. Manajemen dan tim pelatih akan mengokohkan dasar organisasi lalu membangun tim untuk jangka panjang.

"Dan, tiap prosesnya pasti cukup terjal. Pertandingan demi pertandingan tidak hanya akan mendewasakan kami. Tetapi, juga membentuk mentalitas yang berguna untuk jangka panjang secara keseluruhan. Oleh karena itu, kami menikmati tiap prosesnya di dalam dan luar lapangan dengan catatan kerja keras," jelas pelatih Bima Perkasa Jogja Predrag Lukic.

Bima Perkasa Jogja akan melawat ke Surabaya akhir pekan nanti. Mereka sudah ditunggu Pacific Caesar.

Predrag Lukic langsung menggeber latihan persiapan Senin (22/1). Ia ingin para pemainnya lebih siap di kandang lawan.

Disinggung tentang tiga kekalahan beruntun di IBL, pelatih asal Serbia itu yakin kekalahan ini merupakan bagian dari proses panjang yang harus dilewati saat membangun tim.

Pemain asing Bima Perkasa Jogja Feliciano Perez Neto mengatakan, ke depan para pemain harus bisa lebih fight lagi.

"Harus diperbaiki terus dan seharusnya lebih fight," tegasnya.

Pemain setinggi 208 sentimeter itu lantas refleksi ketika pertama kali membangun karier di Brasil.

Dia berpendapat, setiap atlet di Brasil harus berlatih keras dan bertempur habis-habisan jika ingin sukses. Termasuk, menelan kekalahan dalam pertandingan.

"Saya datang dari tempat yang untuk bertahan hidup saja sulit. Kami harus bertarung agar bisa hidup. Di olahraga semuanya harus dilakukan dengan kerja keras dan kita sebenarnya harus lebih beringas lagi tetapi inilah proses yang harus tim ini lewati," ucap Neto

Sementara, pelatih Rajawali Medan Raoul Miguel Hadinoto memuji semangat juang para pemainnya. Terlebih, pasukannya sempat terlalu lama melakukan penjajakan saat menghadapi Bima Perkasa Jogja. 

"Bertanding di Jogja cukup emosional bagi saya. Dalam Kuncinya adalah rotasi pemain karena kami menjaga kondisi fisik karena masih main lagi dalam waktu dekat di tur Jawa," kata pelatih yang pernah mengarsiteki BPJ di musim 2017/2018 lalu itu. (ayu)

Editor : Amin Surachmad
#rajawali medan #IBL #Bima Perkasa Jogja #BPJ