Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pelatih RSG PH: Pengaruh Bermain Terlalu Banyak di Ranked pada Pro Player

Meitika Candra Lantiva • Rabu, 22 November 2023 | 20:33 WIB
One Esports (Coach Theo). (liquipedia.net)
One Esports (Coach Theo). (liquipedia.net)

 
RADAR JOGJA - Di panggung kompetisi esports MPLI 2023, sorotan bukan hanya pada kecemerlangan pemain, tetapi juga pada pandangan kontroversial Pelatih RSG-PH Coach Theo, mengenai kebiasaan pro player yang sering bermain terutama di Mode Ranked.


Menurut Theo, yang menjadi dasar pendapatnya adalah bahwa terlalu banyak yang dihabiskan dalam bermain, terutama di Mode Ranked tidak memberikan dampak yang signifikan pada perkembangan pemain.

Bahkan, hal tersebut dianggap bisa menjadi penghambat yang membatasi kemajuan.


Pemain MLLBB Indonesia terkenal dengan keterampilan mekarik mereka yang tinggi, hasil dari latihan yang intensif.

Namun, pandangan Theo menyoroti bahwa fokus berlebihan pada bermain di luar jam latihan resmi bisa mengurangi efisiensi dan produktivitas.


Pengalaman Coach Yeb dan Baloykie menjadi titik awal perbincangan ini. Mereka terkejut melihat betapa antusiasinya para pemain bermain di luar jam latihan yang telah dijadwalkan.


Baloyskie, yang pernah bekerja dengan tim Geek Fam ID, mengungkapkan keterkejutannya melihat dedikasi dan kerja keras pemain Indonesia dalam mengasah mekanik mereka.


“Sejak saya pertama kali berada di Indonesia, tepatnya di Geek Fam ID, saya kagum melihat dedikasi tinggi para pemain Indonesia dalam memperbaiki mekanisme permainan. Saat saya istirahat, mereka masih terus berlatih. Bahkan ketika saya bangun, mereka masih fokus pada permainan,” ungkap Baloyskie kepada ONE Esports pada awal MPL ID S10.


“inilah yang membuat pemain Indonesia begitu handal dalam mekanisme permainan, sementara pemain dari Filipina lebih unggul dalam strategi besar, karena hal ini menjadi fokus utama. Kami cenderung lebih fokus pada mempelajari strategi dari pada aspek teknis,” tambahnya.


Namun, Theo memiliki pandangan yang berbeda.

Menurutnya, pemain seharusnya lebih fokus pada performa mereka selama sesi latihan resmi.

Setelah itu, waktu yang tersedia seharusnya digunakan untuk istirahat, bukan untuk bermain ranked.

Baginya, para pemain yang kelelahan akibat bermain ranked akan sulit memberikan yang terbaik pada sesi latihan berikutnya.


"Menurut saya, bagi para pemain, aktivitas seperti berpartisipasi dalam latihan resmi (scrims) dan melakukan evaluasi sudah sangat melelahkan. Seharusnya, mereka tak memiliki cukup waktu untuk terlibat dalam pertandingan mode Ranked (Ranked matches),” ungkap Theo kepada ONE Esports setelah membawa timnya meraih gelar juara MPLI 2023.


Dia menegaskan bahwa bagi para pemain, fokus utama haruslah menjadi performa yang optimal saat latihan dan dalam mengevaluasi ulang pertandingan mereka.

Setelahnya, istirahat yang cukup menjadi kunci untuk memastikan kemampuan terbaik saat kembali ke latihan berikutnya.


“Sebenarnya, hal yang sangat penting bagi para pemain adalah memberikan yang terbaik selama sesi latihan, melakukan evaluasi terhadap pefroma mereka dan setelah itu memberikan waktu istirahat,” ujar pelatih yang memiliki nama lengkap John Theo Guinto Eusebio.


Namun, pandangan ini tidaklah tanpa kontroversi di dunia esports.

Diskusi tentang apakah bermain di ranked setelah latihan resmi itu bermanfaat atau justru mengganggu terus berlanjut.

Dalam panggung kompetisi yang semakin kompetitif, perdebatan ini menjadi sorotan menarik yang menantang pandangan umum seputar latihan dan performa di dunia MLBB. (Doni Saputera/Radar Jogja)

Baca Juga: Xorn Ungkap Rahasia Cara Bermain Chou Terbaik di Mobile Legend

Editor : Meitika Candra Lantiva
#mpli 2023 #Mode Ranked #pemain #eSports #ONE Esports