Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gegara Panas Ekstrem 900 Pelari Dievakuasi, Borobudur Marathon 2023 Harus Rampung Lebih Awal

Naila Nihayah • Senin, 20 November 2023 | 01:38 WIB
Para pelari berlari melintasi Candi Borobudur dalam Borobudur Marathon 2023 Minggu (19/11).
Para pelari berlari melintasi Candi Borobudur dalam Borobudur Marathon 2023 Minggu (19/11).

RADAR JOGJA - Perhelatan Borobudur Marathon 2023 Powered by Bank Jateng kategori marathon terpaksa dirampungkan lebih awal. Sebab cuaca Magelang, khususnya rute yang dilalui marathon, tergolong panas ekstrem. Upaya penghentian itu menjadi komitmen penyelenggara demi menyelamatkan para peserta dari teriknya matahari.

Race Director Borobudur Marathon 2023 Andreas Kansil mengungkapkan, selama satu minggu terakhir, tim race manajemen bersama tim medis mengumpulkan data terkait cuaca di Magelang. Termasuk menggunakan wet bulbe globe temperature (WBGT). Yang tidak hanya memperhitungkan suhu ambient, tapi juga suhu permukaan setelah terekspos terik matahari dan kelembaban.

Berdasarkan data yang dikumpulkan, kata dia, bervariatif. Artinya ada beberapa hari dalam satu pekan ini yang cukup ekstrem sebelum pukul 12.00. "Dalam indeks tabel WBGT itu, sudah di warna hitam yang sebenarnya diimbau agar acara yang berlangsung harus dihentikan," bebernya saat konferensi pers, Minggu (19/11).

Bahkan, sejak pukul 09.30, tim sudah melakukan monitoring karena matahari benar-benar terik. Hal itu menyebabkan banyak peserta harus mendapatkan pertolongan medis. Baik setelah finis di Taman Lumbini maupun peserta yang masih di rute.

Andreas menyebut, pada pukul 10.30, penyelenggara memutuskan untuk menghentikan perlombaan marathon lebih awal dari cut-off time (COT), yakni pukul 12.00. "Kami menginformasikan untuk (petugas) semua water stations agar menghentikan para peserta yang masih berlari dan mengevakuasi mereka," bebernya.

Saat itu, lanjut dia, dari total 1.663 peserta marathon, masih ada lebih dari 900 pelari yang harus dievakuasi. Mulai dari kilometer 31 hingga finis. Hanya saja, banyak dari mereka yang tetap bersikeras menyelesaikan perlombaan. Timnya pun terus mengawal para peserta hingga finis. Sekitar 90 persen, para peserta berhasil menyelesaikan rute.

Sedangkan beberapa di antaranya bersedia dievakuasi. Mereka menuju garis finis menggunakan sejumlah armada kendaraan yang disiapkan. "Pelari yang tersisa hanya (kategori) marathon. Karena COT sudah terlewat pukul 09.15. Kami monitoring terus, ternyata teriknya matahari tidak turun," kata Andreas.

Sementara itu, Medical Director Borobudur Marathon 2023 Antonius Andi Kurniawan menjelaskan, penghentian ini menjadi upaya untuk mengutamakan keselamatan para peserta. Hal itu sesuai dari guide line dari World Atlethic. "Salah satunya adalah tentang cuaca. Dimana cuaca kita menggunakan patokan WBGT," sebutnya.

Dia membeberkan, saat pukul 10.30, cuaca di Magelang dikategorikan hitam. Yang mana suhunya mencapai 36 derajat celcius dan suhu permukaan menyentuh angka 50 derajat celcius. Ketika digabungkan dengan kelembaban, menghasilkan WBGT 33 derajat celcius. Sehingga menurut guide line, perlombaan harus dihentikan.

Cuaca ekstrem itu terbukti dari banyaknya peserta yang mengalami masalah kesehatan akibat cuaca panas atau heat related illness di tenda kesehatan. Tim medis pun sudah memprediksi dan mengantisipasi hal itu. Sebelumnya, dia sudah membuat konten edukasi soal pencegahan cuaca panas sebelum berlomba.

Lebih-lebih, dia juga menambah tenaga dan fasilitas medis untuk meminimalisir terjadinya cedera serius pada peserta. "Kami juga melakukan riset sebelumnya memang cuaca seminggu terakhir cukup ekstrem. Akhirnya, berdasarkan koordinasi dengan komite, perlombaan dihentikan pada 10.30," kata Andi.

Panitia Borobudur Marathon 2023 Budiman Tanuredjo mengatakan, di sepanjang rute, cuaca memang tergolong sangat panas. Karena keselamatan menjadi hal yang penting, keputusan penghentian itu mendesak untuk dilakukan.

Dari seluruh proses penyelenggaraan Borobudur Marathon, lanjut dia, memang ada kebaikan di dalamnya. Karena tidak hanya mengejar race, tetapi faktor keselamatan dan kenyamanan. "Di tengah situasi panas, rekor-rekor juga ada yang pecah. Itu jadi sesuatu yang menarik dan harus dihargai," katanya.

Budiman mengutarakan, bagi para peserta marathon yang belum mencapai finis, tetap mendapatkan medali finisher. Sebagai sebuah apresiasi terhadap keputusan yang relatif berat itu. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#matahari #finish #panas ekstrem #borobudur marathon 2023 #pelari #dievakuasi