RADAR JOGJA – Panitia Borobudur Marathon 2023 Budiman Tanuredjo menjelaskan, terkait kesiapan event ini, dia telah berkoordinasi dengan seluruh stakeholder yang terlibat. Seperti dinas perhubungan, medis, kepolisian, hingga masyarakat sekitar. Dengan begitu, event ini diharap dapat menyajikan pengalaman terbaik bagi para pelari Borobudur Marathon.
Tahun ini, lanjut dia, Borobudur Marathon juga mempunyai keinginan untuk naik level dengan mencoba membuka kesempatan menuju next step verifikasi untuk mendapatkan World Athletic Label. "Selain itu, kita juga sudah menyiapkan cheering di sepanjang rute untuk menjadi extra boost bagi para pelari," urainya.
Dia menyebut, sedikitnya ada 10.469 peserta yang bakal mengikuti Borobudur Marathon 2023. Kategori marathon diikuti oleh 1.663 peserta, baik pelari umum, pelari elite naional, maupun internasional. Sedangkan kategori half marathon diikuti 4.646 pelari umum. Lalu, kategori 10K diikuti 4.159 peserta.
Di sisi lain, perhelatan ini dimanfaatkan untuk menjadi ajang kualifikasi PON 2024. Sebab, Borobudur Marathon tidak hanya sekadar event lari, tapi juga melakukan pembibitan agar muncul pelari-pelari muda berbakat. "Sebagai bentuk komitmen dari yayasan untuk memperhatikan pembinaan pelari muda," kata Budiman.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar (PB) PASI Tigor Tanjung menilai, Borobudur Marathon ini dapat mencetak atlet pelari muda berbakat. Sehingga dia menawarkan agar perhelatan ini sekaligus menjadi ajang pembibitan mereka.
Senada dengan itu, Ketua Yayasan Borobudur Marathon Liem Chie An juga mengamini potensi penyelenggaraan ini terhadap perekonomian lokal. "Antusiasme yang tinggi pasti dirasakan oleh seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Borobudur Marathon 2023," tuturnya.
Tidak hanya mencetak atlet pelari yang berprestasi, bagi Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, Borobudur Marathon bisa menjadi ajang untuk mencari kader atau bibit atlet yang andal. Utamanya melalui kategori Young Talent. Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) juga bisa melakukan pembinaan terhadap bibit atlet muda.
Hanya saja, kata Nana, perlu ada keseriusan dan profesionalitas. "Event ini harus terus digelorakan dan dikampanyekan budaya olahraga. Agar kita selalu dalam kondisi sehat," terangnya. (aya)
Editor : Heru Pratomo