RADAR JOGJA - PT Liga Indonesia sudah merilis pembagian penyisihan grup untuk Liga 2 2023/2024, pada Jumat (18/8/23) lalu. PSIM Jogja masuk dalam Grup 2 bersama FC Bekasi City, Malut United FC, PSKC Cimahi, Persikab Kabupaten Bandung, Nusantara United, dan Perserang Serang. Kompetisi Liga 2 dijadwalkan akan bergulir 10 September 2023 hingga 9 Maret 2024.
Menanggapi pembagian grup itu, pelatih sekaligus Manajer PSIM Jogja Kas Hartadi tidak akan ambil pusing. Dia akan fokus menyiapkan Laskar Mataram menjadi tim yang solid untuk menghadapi Liga 2 mendatang. "Mau grup di mana saja, yang penting kami menyiapkan tim yang solid saja. Jadi masalah grup itu, kami mau di grup satu atau dua tidak masalah," katanya kepada Radar Jogja, Jumat (20/8/23).
Fokus pelatih asal Solo itu adalah lolos di grup 2 untuk babak yang selanjutnya Kompetisi Liga 2 menggunakan penyisihan grup yaitu empat grup dengan sistem round robin home away. Untuk tiga tim teratas akan lolos ke babak 12 besar. Sementara untuk empat tim terbawah akan mengikuti playoff. Ada 28 tim yang ikut berjuang pada kompetisi Liga 2 mendatang. Pada kompetisi Liga 2 itu akan ada delapan tim yang nantinya akan ada di zona degradasi atau paling bawah babak playoff. Ditambah lagi, dalam kompetisi Liga 2 itu masing-masing tim boleh menggunakan jasa dua pemain asing. Satu pemain berpaspor bebas dan satu pemain lainya dari Asia.
Untuk babak 12 besar teratas, akan dimainkan dengan sistem round robin home away untuk tiga grup. Untuk babak semifinal terdiri dari empat tim dari juara grup babak 12 besar dan satu runner-up terbaik. Babak semifinal akan ditentukan dengan mekanisme draw atau undian. Dengan klausul khusus tidak ada tim yang satu grup di babak 12 besar. Permainan akan menggunakan sistem knock-out, dua -leg home and away. Pemenang pertandingan semifinal akan melaju ke babak grand final sekaligus mendapatkan 2 slot promosi ke Liga 1 -2024/2025. Sementara untuk tim yang kalah di pertandingan semifinal akan bertanding pada playoff promosi.Pada babak grand final akan bermain dalam sistem knock-out, dua-leg home and away. Serta pemenang dalam pertandingan grand final adalah juara Liga 2 2023/2024.(ayu/din)
Laskar Mataram Siap Hadapi Barisan Para Mantan
Dalam kompetisi mendatang PSIM akan berhadapan dengan barisan para mantan pemain musim lalu. Itu karena dalam pembagian grup, PSIM satu grup bersama Malut United FC, FC Bekasi City, Persikab Kabupaten Bandung, PSKC Cimahi, Nusantara United, dan Perserang Serang. Beberapa starting eleven PSIM musim lalu kini berlabuh di Malut United FC dan FC Bekasi City setelah tak memperpanjang kontrak dengan Laskar Mataram.
Di Malut United FC, yang mengakuisisi Persida Deltras Sidoarjo, bisa disebut miniatur PSIM musim lalu. Tercatat ada lima penggawa PSIM yang kini berlabuh di tim yang ber-home base di Ternate itu. Mulai dari kapten tim musim lalu Aditya Putra Dewa. Kemudian double pivot PSIM di dua musim terakhir Ahmad Baasith Subagja dan Syarif Wijianto. Ada pula pemain serba bisa Izmy Hatuwe. Yang terakhir bergabung winger spesialis Liga 2 Rifal Lastori.
Kepindahan mereka tak lepas dari kepelatihan Malut United FC yang kini dipegang pelatih PSIM di awal musim lalu Imran Nahumarury. Pelatih asal Malut itu musim lalu dipecat PSIM karena gagal mengangkat permainan tim. Dari tiga laga awal yang mereka lakoni di Liga 2 musim lalu, Laskar Mataram hanya mampu meraih tiga poin dari tiga hasil imbang. Posisinya saat itu digantikan Erwan Hendarwanto sebelum Liga 2 dihentikan karena tragedi Kanjuruhan.