PURWOREJO - Desa Krandegan, Kecamatan Bayan kini menjadi desa di Purworejo yang diperhitungkan di tingkat nasional. Berbagai inovasi dan capaian yang diraih membuat desa tersebut meraih penghargaan bergensi. Di balik kemajuan itu, ada sosok sang kepala desa, Dwinanto yang selama ini dikenal visioner dan dekat dengan masyarakat.
Melalui tangan dinginnya, Desa Krandegan telah bertransformasi menjadi desa inovatif yang mampu bersaing dengan desa-desa lain di Indonesia. Berbagai program pembangunan dijalankan dengan mengedepankan kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat. Hasilnya, banyak penghargaan diraih, baik tingkat regional hingga nasional.
Baca Juga: Akibat Sebagian Suporter Nyalakan Flare usai Laga, PSIM Jogja Didenda Rp 290 Juta oelh Komdis PSSI
Di tahun ini saja, Desa Krandegan meraih tiga penghargaan bergengsi. Yakni, juara 3 lomba desa digital yang digelar Kementerian Desa. Lalu, juara 1 desa digital unggulan nasional yang diselenggarakan media ternama. Kemudian, juara 1 kategori desa mandiri energi tingkat Provinsi Jawa Tengah. "Tahun ini kami boyong dua juara nasional dan satu di provinsi. Semua terkait digitalisasi dan mandiri energi," ucap Dwinanto kepada Radar Jogja, Jumat (22/5).
Di bawah pria kelahiran 5 Juli 1979 ini, digitalisasi pelayanan publik menjadi salah satu fokus utama. Pemerintah Desa Krandegan terus berbenah dalam menghadirkan pelayanan cepat, transparan dan efisien. Berbagai layanan administrasi desa kini dapat dilakukan lebih modern dengan dukungan teknologi digital.
Keberhasilan Desa Krandegan nyatanya tidak berhenti pada sektor digitalisasi saja. Dwinanto juga mendorong penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
Baca Juga: Harga Bahan Pokok di Gunungkidul Mulai Bergerak, Pelemahan Rupiah Tekan Margin Pedagang
Program yang paling populer di sektor pertanian adalah pompa irigasi berbasis ternaga surya. Melalui program pemberdayaan ini kemandirian pangan akhirnya terwujud. "Semakin ke sini, bumi semakin panas. Sinar matahari belum dikelola maksimal. Hari ini kami mulai memanfaatkan itu," bebernya.
Bagi Dwinanto, keberhasilan itu bukan semata-mata hasil kerja pemerintah desa. Melainkan buah kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Semangat gotong royong dan keterlibatan warga menjadi kekuatan utama dalam membangun Desa Krandegan. "Ini motivasi bersama untuk merawat bumi. Bumi ini bukan warisan nenek moyak. Itu yang perlu dijaga," ujarnya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita