Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Sapti Dani Hapsari, Anggota Satpol PP Kota Jogja yang Mantan Atlet Karate Berprestasi Sandang Dan 6

Adib Lazwar Irkhami • Rabu, 25 Juni 2025 | 15:05 WIB

 

Sapti Dani Hapsari, anggota Satpol PP Kota Jogja yang juga mantan atlet karate berprestasi saat melatih di Dojo Samawi, kemarin (24/6).   
Sapti Dani Hapsari, anggota Satpol PP Kota Jogja yang juga mantan atlet karate berprestasi saat melatih di Dojo Samawi, kemarin (24/6).  
 

JOGJA - Meski sudah tidak lagi aktif sebagai atlet, Dani Sapti Hapsari punya mimpi besar mengharumkan nama Jogjakarta lewat cabang olahraga karate. Tenaga bantu di Satpol PP Kota Jogja ini merupakan mantan atlet berprestasi yang kini aktif melatih para atlet muda di Dojo Ksatria Mataram.

Suasana serius nampak di tempat latihan Dojo Samawi, Modalan, Banguntapan, Bantul, kemarin (24/6). Puluhan anak-anak berlatih memeragakan berbagai gerakan bela diri karate.

Salah satu pelatihnya adalah Sapti Dani Hapsari. Wanita 50 tahun ini merupakan tenaga bantu (naban) di Satpol PP Kota Jogja sebagai juru ketertiban. Tugas sehari-hari mengawal keamanan dan ketertiban dalam berbagai kegiatan Pemkot Jogja.

Namun siapa sangka Dani dulunya atlet karate berprestasi. Dia pernah meraih tiga emas dalam Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIJ tahun 2003. Serta pernah meraih medali perunggu di Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2000.

Dani mengaku meski saat ini sudah tidak lagi sebagai atlet, dia tidak ingin berhenti menekuni salah satu cabang olahraga tersebut. Wanita yang tinggal di Gowok, Caturtunggal, Depok, Sleman itu kini aktif melatih para atlet muda.

Tidak main-main, atlet binaannya juga banyak yang menorehkan prestasi. Misalnya medali perunggu di PON Riau 2012 lalu serta tahun 2023 meraih peringkat kedua nasional di PON Palembang.

Dia memiliki komitmen kuat untuk membina para atlet muda Jogjakarta. Sekaligus mengenalkan olahraga bela diri kepada anak-anak. Oleh karena itu, mayoritas atlet binaannya pun merupakan jenjang taman kanak-kanak.

"Saya punya misi agar Jogjakarta bisa meraih medali emas pada cabor karate,” ujar Dani kepada Radar Jogja Selasa (24/6).

Ia mengaku sudah menekuni olahraga karate sejak umur 10 tahun. Dia memulai latihan di sebuah dojo di Kelurahan Baciro, Gondokusuman, Jogja bersama anak-anak lain yang tinggal di wilayah itu.

Komitmen kuat untuk berlatih karate dia lanjutkan ketika duduk di bangku sekolah. Selama mengenyam pendidikan SMA, dia cukup aktif mengikuti kejuaraan antarpelajar.

Dani kemudian mengambil jurusan pendidikan olahraga di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Selama mengenyam pendidikan tinggi itu, dia juga aktif mengikuti kejuaraan antaruniversitas. Misalnya di UNS, UII, dan UAJY.

Medio 2003 kemudian memilih vakum dari kejuaraan dan beralih menjadi pelatih karate. Dia sudah mumpuni sebagai pelatih karena menyandang sabuk hitam keenam atau Dan 6 yang cukup tinggi dalam beladiri karate.

Dani menyatakan, menjadi juru tertib di Satpol PP Kota Jogja dan pelatih karate memang dua profesi yang tidak bisa dilakukan bersama-sama. Oleh karena itu, dia sering memanfaatkan waktu luangnya setelah bertugas untuk melatih.

Dia menegaskan, Jogjakarta memiliki potensi bagus dalam pengembangan cabor olahraga karate. Sebab, minat anak-anak untuk menekuni bela diri juga cukup baik. Hal itu tampak dari banyaknya orang tua yang mendaftarkan anaknya untuk bisa dilatih olehnya.

"Misi saya, atlet muda asal DIJ harus bisa berprestasi nasional, karena Jogjakarta ini kota pelajar," tegas Dani penuh semangat. (laz)

 

Editor : Heru Pratomo
#karate #Kota Jogja #Satpol PP #Sabuk Hitam #Atlet