RADAR JOGJA - Yogyakarta berduka atas kepergian Hamzah Sulaiman, pendiri House of Raminten.
Hamzah Sulaiman meninggal dunia pada Rabu, 23 April 2025, pukul 22.34 WIB di RSUP Dr Sardjito.
Kabar duka ini diumumkan melalui akun Instagram resmi houseoframinten, disertai pesan: "Selamat jalan Kanjeng… Engkau bukan hanya pemimpin, tapi juga guru dan panutan kami."
Hamzah, yang dikenal luas sebagai Kanjeng atau Raminten, adalah seniman dan pengusaha yang menciptakan karakter Raminten melalui pertunjukan ketoprak di Jogja TV.
Pada 26 Desember 2008, ia mendirikan House of Raminten di Jl FM Noto No 7, Kotabaru, Yogyakarta.
Restoran ini menggabungkan konsep budaya Jawa dalam setiap ornamen dan pakaian tradisional yang dikenakan oleh para pelayan, menjadikannya destinasi kuliner yang unik dan ikonik di Yogyakarta.
Kontribusi Hamzah terhadap pariwisata Yogyakarta sangat signifikan.
House of Raminten tidak hanya menawarkan makanan dan minuman khas Jawa yang dimodifikasi, tetapi juga menyajikan pengalaman budaya yang autentik, menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.
Menurut penelitian dari Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta, konsep budaya yang diusung oleh House of Raminten menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin merasakan nuansa tradisional Yogyakarta.
Kabar meninggalnya Hamzah memicu gelombang belasungkawa di media sosial.
Tagar #SelamatJalanRaminten menjadi trending, dengan ribuan pengguna Instagram dan X (sebelumnya Twitter) membagikan kenangan dan penghormatan terhadap sosok yang telah menjadi simbol budaya Jawa ini.
Salah satu pengguna menulis, "Turut berduka cita mendalam atas wafatnya Bp. Hamzah .... semoga diterima di sisi Tuhan Yang Rahim. Beliau orang baik."
Meskipun Hamzah telah tiada, warisannya akan terus hidup melalui House of Raminten dan Hamzah Batik, yang akan tetap beroperasi di bawah pengelolaan keluarga dan komunitas.
Kepergian Hamzah Sulaiman meninggalkan duka mendalam, namun semangat dan dedikasinya dalam melestarikan budaya Jawa akan terus menginspirasi dan memperkaya pariwisata Yogyakarta. (Affan Yunas Hakim)
Editor : Meitika Candra Lantiva