Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Paidi Tukang Servis Kereta Kuda Keraton Jogja,  Dulu Para Mekanik Puasa Sepekan sebelum Memperbaiki

Khairul Ma'arif • Kamis, 13 Februari 2025 | 16:10 WIB

 

 

TURUN TEMURUN: Paidi sedang istirahat, sementara sanak saudaranya membantu dalam perbaikan kereta kuda.   
TURUN TEMURUN: Paidi sedang istirahat, sementara sanak saudaranya membantu dalam perbaikan kereta kuda.  

 

 

BANTUL - Pekerjaan Paidi bisa dibilang tak biasa. Warga Patalan, Jetis, Bantul ini kesehariannya sebagai tukang servis kereta kuda milik Keraton Jogja. Ia juga menerima servis dari kalangan para pengusaha andong.

 Rambut telah memutih seluruhnya, tetapi tangannya masih kuat memperbaiki kereta kuda. Di halaman rumahnya, sejumlah perkakas tergeletak. Ada juga satu unit kereta kuda yang masih terparkir.

Paidi sudah sejak SD menekuni aktivitas servis kereta kuda. Ia meneruskan pekerjaan itu turun temurun dari kakek dan bapaknya yang menjadi tukang servis kereta kuda milik Keraton Jogja.

"Kalau nama-nama kereta yang sudah diservis saya agak lupa. Mayoritas memperbaiki roda," kata Paidi  saat ditemui  Selasa (11/2).

Selain itu, perbaikan yang paling sering dilakukan terkait kayu seperti sasis-sasis yang rapuh. Pria 67 tahun ini mengungkapkan, untuk servis kereta kuda milik keraton tidak biasa pada umumnya.

Pasalnya, ada ritual yang harus dilakukan sebelum memperbaiki. "Dahulu kali pertama kereta keraton diservis, seluruh tenaga mekanik puasa," ungkapnya. Puasa yang dilakukan selama sepekan.

Waktu perbaikan mencapai tiga bulan, namun bergantung tingkat kerusakan seperti apa. Paidi sendiri merupakan abdi dalem Keraton Jogja yang memiliki gelar Wedono. Dia pun memiliki nama kekancingan Roto Pamiro.

"Servis dilakukan satu keluarga saja, tidak memperkerjakan dari luar," tuturnya. Selain kereta kuda Keraton Jogja, Paidi juga menerima perbaikan kereta kuda pada umumnya.

Sejumlah kereta kuda dari daerah lain seperti Malang, Sumenep, dan Banyumas, pernah ia layani. Bentuknya dari tiga daerah itu seperti kereta milik Keraton Jogja. Biaya reparasinya bisa mencapai Rp 100 juta.

"Biasanya yang punya dokar ke sini bawa yang diservis," ucapnya. Tidak sedikit kereta kuda dari Jogja karena adanya wisata andong keliling di seputaran Malioboro. Sedangkan untuk kereta kuda milik Keraton Jogja, Paidi yang mendatangi terlebih dahulu.

Lurah Patalan Sayudi menambahkan, andong yang pernah favorit dahulu kini masih ada yang nguri-uri. Servis andong menjadi potensi Kalurahan Patalan, tetapi belum dapat dimaksimalkan pengembangannya.

"Semoga ada perhatian dari keraton dan provinsi agar tetap eksis,"  jelasnya. Kondisi tempat servisnya yang masih seadanya, berharap mendapat perhatian menjadi lebih baik lagi. (laz)

 

 
Editor : Heru Pratomo
#jetis #mekanik #Keraton #servis #kereta kuda #puasa #Bantul #Andong #Patalan