SLEMAN - Miftah Maulana Habiburrahman mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Pengumuman ini disampaikan di Pondok Pesantren Ora Aji, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Jumat (6/12).
Laki-laki kelahiran Lampung 5 Agustus 1981 ini juga mengaku tidak akan mengubah gaya dakwahnya. Namun, akan lebih berhati-hati terhadap diksi yang dipilih.
"Saya tidak luput atas kekurangan. Baik yang disengaja atau tidak, saya mohon maaf dari hati yang paling dalam," ungkapnya.
Terkait keputusan ini, Miftah mengaku belum berkomunikasi dengan Presiden Prabowo dan baru direncanakan bertemu pekan depan. Namun, dia telah menyampaikan hal ini kepada Sekretaris Kabinet Mayor Teddy Indra Wijaya.
Baca Juga: Pemkot Jogja Perketat Pengawasan Distribusi Bahan Pokok, untuk Cegah Penimbunan saat Nataru
Baca Juga: Kenalkan Terminal Tipe B Kutoarjo dengan Gelar Pekan Raya Keburejo
Sebelumnya, Miftah sempat ramai dikabarkan di media sosial lantaran menghina Sunhaji. Kepada penjual es teh itu dia sempat melontarkan kata "Goblok!". Hingga kini, potongan video-video dakwahnya di masa lalu juga semakin beredar luas. Termasuk saat menghina seniman asal Jogja Yati Pesek.
"Video lama diungkit dan diviralkan lagi, saya bisa berbuat apa. Saya selalu mengatakan orang baik pasti punya masa lalu. Orang jelek pasti ada masa depan," katanya.
Di media sosial netizen juga turut menyoroti harta kekayaan Miftah. Menganggapi hal ini, dia mengaku baru menjabat selama 1,5 bulan dan belum menerima gaji.
Selain itu, ia juga belum menggunakan fasilitas negara, termasuk rumah dinas. "Apa pun yang melekat dari saya adalah fasilitas pribadi. Barang lama atas rezeki Allah," elaknya. (del/laz)
Editor : Heru Pratomo