Gunung Merapi Luncurkan Lava 1,2 Km ke Kali Sat, Status Bertahan di Level III Siaga

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Jumat, 6 November 2026 | 09:29 WIB
ILUSTRASI: ​Potensi Awan Panas Merapi Sektor Selatan dan Barat Daya, Ini Daftar Sungai Berbahaya.
ILUSTRASI: ​Potensi Awan Panas Merapi Sektor Selatan dan Barat Daya, Ini Daftar Sungai Berbahaya.

 SLEMAN - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang membentang di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menunjukkan peningkatan pergerakan aktif pada Jumat (6/11/2026) pagi.

​Berdasarkan hasil pemantauan berkala dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), gunung api aktif tersebut terpantau kembali memuntahkan material lava pijar segar dari puncaknya.

​Peristiwa guguran lava pijar tersebut teramati secara visual meluncur sangat deras sejauh 1.200 meter atau 1,2 kilometer mengarah langsung ke sektor barat daya puncak gunung.

​Luncuran material vulkanik Gunung Merapi tersebut tercatat mengalir menyusuri alur sungai Kali Sat serta Kali Putih yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Magelang.

​Laporan resmi dari Pos Pengamatan Gunungapi Merapi mengonfirmasi bahwa periode pemantauan intensif ini berlangsung sejak pukul 00.00 hingga 06.00 WIB pada Jumat pagi.

​Selama kurun waktu enam jam pengamatan awal hari ini, kondisi cuaca di seputar puncak Merapi terpantau bervariasi mulai dari cerah hingga diselimuti awan mendung.

​Tiupan angin di area puncak terdeteksi bergerak relatif tenang menuju arah timur, disertai suhu udara yang sejuk berkisar antara 16,7 hingga 20 derajat Celsius.

​Tingkat kelembaban udara di sekeliling kawasan puncak tergolong sangat tinggi mencapai 99 hingga 100 persen, dengan tekanan udara berkisar 874,5 sampai 918 mmHg.

​Secara pengamatan visual, pemandangan tubuh gunung api sempat terlihat sangat jelas sebelum akhirnya tertutup kabut tipis berkategori 0 hingga I seiring berjalannya waktu pagi.

​Hembusan asap kawah bertekanan lemah juga teramati membumbung tinggi berwarna putih bersih dengan intensitas sedang hingga tebal setinggi 325 meter tepat di atas kawah.

​Selain luncuran lava pijar secara visual, instrumen kebencanaan dan kegempaan yang terpasang di sekeliling puncak terus mencatat puluhan getaran gempa vulkanik dari dalam perut bumi.

​Tim penyusun laporan BPPTKG, Erwin Widyon dan Yulianto, mencatat terjadi gempa guguran sebanyak 10 kali dengan amplitudo 2 hingga 7 milimeter dan durasi hingga 133,57 detik.

​Selain itu, gempa hembusan juga terekam sebanyak 2 kali kejadian dengan durasi maksimum mencapai 68,71 detik serta rentang amplitudo berkisar antara 16 hingga 29 milimeter.

​Catatan kegempaan turut didominasi oleh aktivitas gempa Hybrid atau Fase Banyak yang terdeteksi sebanyak 17 kali kejadian dengan amplitudo puncak mencapai 30 milimeter.

​Petugas pengamat gunung api juga mengonfirmasi adanya 1 kali gempa Vulkanik Dangkal serta 1 kali gempa Tektonik Jauh yang terekam jelas pada peralatan sistem pemantauan.

​Atas dinamika erupsi ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan bahwa status Gunung Merapi masih dipertahankan pada Level III atau Siaga.

​Penetapan status Siaga tersebut didasari oleh data pemantauan yang menunjukkan suplai magma di dalam perut gunung masih berlangsung dan dapat memicu terjadinya awan panas.

​Potensi bahaya utama yang perlu diwaspadai meliputi guguran lava dan awan panas di sektor selatan hingga barat daya, terutama alur Kali Boyong, Bedog, Krasak, dan Bebeng.

​Sementara pada sektor tenggara, daerah potensi bahaya melingkupi alur Kali Woro sejauh maksimal 3 kilometer serta alur Kali Gendol dengan jarak jangkauan hingga 5 kilometer.

​BPPTKG secara tegas melarang seluruh warga maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam kawasan zona bahaya yang telah direkomendasikan tersebut.

​Masyarakat di sekitarnya juga diimbau senantiasa mewaspadai bahaya sekunder berupa lahar dingin saat hujan turun serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap gangguan ancaman abu vulkanik.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : BPPTKG
Berita Gunung Merapi Gunung Merapi BPPTKG Erupsi Merapi Status Merapi Siaga