Bali Kumandange: Harapan Pedagang di Hari Jadi Pertama Pasar Godean

Nanang Febriyanto • Dipublikasikan Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:51 WIB
PENANTIAN PANJANG: Pedagang mengarak gunungan saat kirab boyongan pedagang dari pasar relokasi ke Pasar Godean Rabu (29/10).
PENANTIAN PANJANG: Pedagang mengarak gunungan saat kirab boyongan pedagang dari pasar relokasi ke Pasar Godean Rabu (29/10).

 

 

SLEMAN - Pasar Godean kembali menggeliat. Memperingati hari jadi pertama, para pedagang menggelar rangkaian kegiatan selama lima hari, mulai Rabu (28/10/2026) hingga Minggu (1/11/2026). Beragam agenda disiapkan, mulai dari pengajian, kirab budaya, aksi sosial, hingga hiburan rakyat.

 

Tak sekadar perayaan, momentum ini menjadi upaya menghidupkan kembali aktivitas pasar sekaligus mempererat hubungan pedagang dengan masyarakat.

 

Kepala UPTD Pelayanan Pasar Wilayah I Disperindag Sleman Robertus Esthi Raharja Prasetya mengatakan, rangkaian acara diinisiasi paguyuban pedagang Pasar Godean dengan dukungan UPTD, terutama dalam penyediaan tempat, keamanan, dan kebersihan.

Baca Juga: Memasuki Masa Peralihan, BPBD Gunungkidul mulai Petakan Kerawanan Bencana

“Harapannya, Pasar Godean bisa bali kumandange, kembali bergema di tengah masyarakat," ujarnya ditemui Rabu (28/10/2026). 

 

Robert menyebut hakikatnya pasar bukan hanya tempat jual beli, tetapi juga ruang pertemuan dan aktivitas warga. Oleh karena itu ia mengajak semua pihak pasar gumregah. 

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengajian pada Rabu (28/10/2026) oleh ustad Haris Darmawan. Puncak acara jatuh pada Kamis (29/10/2026) tanggal perpindahan pasar Godean menempati bangunan baru. Pedagang dan masyarakat mengikuti kirab Mbah Jembrak, dilanjutkan dengan ziarah, doa bersama, serta tradisi tumpengan. Nguri-uri budaya, nggayuh berkah. 

Baca Juga: Jangan Abaikan Pengawasan Anak, Kejahatan Seksual Masih Jadi Momok di Kebumen  

Keberadaan Makam Mbah Jembrak menjadi salah satu kekhasan Pasar Godean. Tradisi tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga warisan budaya yang tumbuh di lingkungan pasar.

 

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Godean Sri Kundari mengatakan, perayaan ini menjadi momentum bagi pedagang memperkuat kebersamaan sekaligus mengenalkan kembali pasar kepada masyarakat.

 

“Kami ingin Pasar Godean semakin ramai, tidak hanya untuk berbelanja, tetapi juga menjadi tempat masyarakat berkumpul dan menikmati kegiatan budaya. Semoga kegiatan ini membawa semangat baru bagi para pedagang,” tuturnya.

Baca Juga: Disdikpora DIY Lakukan Pelepasan 3.030 Lulusan SMK dan LKP Bekerja/Magang di Luar Negeri

Rangkaian kegiatan akan berlanjut Jumat (30/10/2026) melalui program Jumat Berkah 4.000 porsi dan donor darah. Aksi sosial tersebut diharapkan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kepedulian antarsesama.

 

Selanjutnya rangkaian kegiatan pada Sabtu (31/10/2026). Sejak pagi, pengunjung dapat mengikuti senam bersama, menikmati kesenian Topeng Ireng, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Puskesmas Godean.

 

Pada malam harinya, pagelaran wayang kulit menghadirkan dalang Ki H. Afiq Ansyori dan Ki Margono dengan lakon Wahyu Kamulyaning Jati, mulai pukul 20.00 hingga 03.00 WIB.

Baca Juga: Sri Asih, Perempuan Tangguh di Balik Layanan Agen BRILink, Permudah Transaksi Warga Kutoarjo

Pameran keris dan bursa tosan aji turut meramaikan perayaan selama Sabtu hingga Minggu (1/11/2026), mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

 

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pasar Godean diharapkan semakin dekat dengan masyarakat. Tradisi tetap terjaga, kebersamaan pedagang semakin kuat, dan aktivitas ekonomi pasar kembali bergairah.

Editor : Heru Pratomo
bali kumandange pasar godean Makam Mbah Jembrak Hiburan rakyat pameran keris