Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Memasuki Masa Peralihan, BPBD Gunungkidul mulai Petakan Kerawanan Bencana

D
Penulis: Dzika Fajar❯

 


Advertisement

SIAGA: Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono saat diwawancarai awak media, Kamis (14/3) malam.
SIAGA: Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono saat diwawancarai awak media, Kamis (14/3) malam.

 

 

Advertisement

GUNUNGKIDUL - Musim hujan di Kabupaten Gunungkidul diperkirakan baru dimulai pada awal hingga pertengahan Desember mendatang. Di tengah masa peralihan yang masih berlangsung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mulai mengantisipasi potensi bencana, terutama banjir dan tanah longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan, berdasarkan estimasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), awal musim hujan diperkirakan jatuh pada dasarian pertama hingga kedua Desember. Perkiraan tersebut mundur sekitar tiga dasarian dibandingkan kondisi normal yang biasanya dimulai pada akhir Oktober.

Hujan dengan intensitas sangat ringan sempat turun di sebagian wilayah Gunungkidul pada 23–24 Oktober lalu. Namun, kondisi tersebut belum menandai masuknya musim penghujan karena wilayah masih berada dalam masa peralihan dari kemarau menuju musim hujan.

“Ini menandai masa peralihan musim dari musim kemarau ke pancaroba, belum masuk musim penghujan,” kata Purwono saat ditemui di Bangsal Sewokoprojo, Kamis (29/10).

Menghadapi kondisi tersebut, BPBD memantau sebaran hujan dan mengantisipasi potensi bencana di wilayah rawan. Upaya mitigasi juga mencakup penanganan kawasan terdampak longsor melalui pembersihan material dan penanaman bersama pemerintah setempat serta masyarakat.

Purwono mengimbau warga membersihkan saluran drainase agar aliran air tetap lancar dan tidak memicu genangan. Pemeriksaan pohon-pohon besar di sekitar permukiman juga perlu dilakukan untuk mengurangi risiko tumbang saat hujan lebat disertai angin kencang.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menekankan pentingnya mitigasi banjir berbasis data historis untuk menentukan prioritas penanganan. “Penanganan banjir dapat difokuskan berdasarkan rekam jejak historis sungai dan skala prioritas bencana BPBD,” ujar Endah.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dua Kursi Kepala OPD Masih Kosong, Seleksi Kepala Disdikpora dan BPBD Tunggu Izin BKN

Dua Kursi Kepala OPD Masih Kosong, Seleksi Kepala Disdikpora dan BPBD Tunggu Izin BKN

Dua jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantul masih diisi pelaksana tugas (Plt). Pemkab Bantul menargetkan jabatan kepala dinas pendidikan, kepemudaan, dan olahraga ...

Hujan Tak Hentikan Dropping Air, BPBD Gunungkidul Masing Anggarkan hingga Desember

Hujan Tak Hentikan Dropping Air, BPBD Gunungkidul Masing Anggarkan hingga Desember

Hujan Tak Hentikan Dropping Air, BPBD Gunungkidul Masing Anggarkan hingga Desember

Hujan Mulai Turun di DIY, BPBD Bantul Ingatkan Masyarakat Waspadai Pancaroba

Hujan Mulai Turun di DIY, BPBD Bantul Ingatkan Masyarakat Waspadai Pancaroba

Hujan yang mulai mengguyur sejumlah wilayah belum menjadi penanda musim hujan telah tiba. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem ...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer