Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Emas Dunia Menguat 1 Persen, Pasar Menanti Keputusan The Fed

P
Penulis: Perawati❯
ilustrasi emas
ilustrasi emas

Advertisement

Harga emas dunia menguat hampir satu persen pada perdagangan Selasa (27/10/2026). Kenaikan ini didorong oleh koreksi harga minyak mentah yang meredakan kekhawatiran inflasi. Di sisi lain, pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed).

Mengutip CNBC, Rabu (28/10/2026), harga emas di pasar spot naik 0,9 persen menjadi USD 4.051,78 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Desember menguat 0,69 persen ke level USD 4.066,40 per ons.

Vice President sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant, menilai pelemahan harga minyak mentah memberikan sentimen positif bagi emas. Penurunan harga energi berpotensi meredakan tekanan inflasi sekaligus mengurangi dorongan bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat.

Advertisement

"Harga minyak yang lebih rendah kemungkinan akan memberikan dorongan bagi emas karena meredakan kekhawatiran inflasi dan, bisa dibilang, sedikit melunakkan sikap agresif (hawkish) Federal Reserve," ujar Grant.

Ia menambahkan, pergerakan pasar logam mulia saat ini masih dipengaruhi perkembangan geopolitik dan dinamika negosiasi internasional, terutama di kawasan Timur Tengah.

Advertisement

"Menurut saya, saat ini pasar hanya bereaksi terhadap berita utama dari Timur Tengah dan negosiasi yang sedang berlangsung," katanya.

Meski harga emas menguat, prospek pergerakannya masih dibayangi ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat. Analis American Gold Exchange, Jim Wyckoff, mengingatkan bahwa kenaikan kembali harga minyak mentah dapat menjadi sentimen negatif bagi logam mulia.

"Kondisi ini bersifat negatif (bearish) bagi emas," ujar Wyckoff.

Kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan tekanan inflasi. Jika inflasi kembali menguat, ruang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter dapat semakin terbatas. Kondisi tersebut berisiko menekan harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga.

Para pembuat kebijakan The Fed diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunga acuan jangka pendek pada pertemuan pekan ini. Namun, investor menilai jeda tersebut belum tentu berlangsung lama mengingat risiko inflasi yang masih membayangi perekonomian.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dolar AS Menguat, Harga Emas Dunia Terkoreksi dari Level Tertinggi Sepekan

Dolar AS Menguat, Harga Emas Dunia Terkoreksi dari Level Tertinggi Sepekan

Harga emas dunia turun 0,6 persen ke USD 4.170,62 per ons setelah dolar AS menguat. Investor menanti data inflasi dan keputusan suku bunga The Fed.

Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 15.000 per Gram, Nilai Buyback Terjun Lebih Dalam

Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 15.000 per Gram, Nilai Buyback Terjun Lebih Dalam

Pasar logam mulia kembali mengalami penurunan pada perdagangan hari ini, Kamis (8/10/2026). PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengumumkan penurunan harga jual emas batangan sebesar Rp 15.000 per gram. 

Harga Emas Antam 5 Oktober 2026 Naik Tipis, Kini Rp2,58 Juta per Gram

Harga Emas Antam 5 Oktober 2026 Naik Tipis, Kini Rp2,58 Juta per Gram

Harga emas batangan kembali mengalami kenaikan pada Senin (5/10/2026). Harga emas Antam naik Rp6.000 per gram menjadi Rp2.580.000 per gram dari sebelumnya Rp2.574.000 per gram.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer