Merapi Level III Siaga 4 Oktober 2026, 18 Guguran Lava Pijar, Ini Daerah Bahaya yang Wajib Dihindari

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 17:49 WIB
ILUSTRASI: ​Status Gunung Merapi Hari Ini Masih Siaga, Simak Potensi Bahaya dan Imbauan BPPTKG
ILUSTRASI: ​Status Gunung Merapi Hari Ini Masih Siaga, Simak Potensi Bahaya dan Imbauan BPPTKG

 SLEMAN – Gunung Merapi belum sepenuhnya tenang pada Minggu (4/10/2026). Gunung setinggi 2.968 meter di atas permukaan laut itu masih berstatus Level III atau Siaga, berdasarkan laporan pengamatan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.

Bagi warga lereng Merapi, status ini lebih dari sekadar angka. Ia mengingatkan bahwa gunung yang selama ini menjadi sumber kehidupan juga menyimpan ancaman yang harus dihormati.

Secara visual, gunung tampak jelas meski kabut sempat turun dari tingkat 0-II hingga 0-III. Asap kawah berwarna putih, bertekanan lemah, berintensitas sedang, dengan tinggi sekitar 50 meter di atas puncak.

Cuaca di sekitar gunung berganti-ganti, dari cerah, berawan, hingga mendung. Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara tercatat 23,9 derajat Celsius, kelembapan 69 persen, dan tekanan udara 876,1 mmHg.

Dari sisi kegempaan, alat pemantau merekam 18 kali guguran dengan amplitudo 2–13 mm dan durasi sekitar 45 hingga 122 detik. Satu kali tremor harmonik juga terdeteksi dengan amplitudo 24 mm selama kurang lebih 75 detik.

Gempa hybrid atau fase banyak menjadi yang paling sering muncul, yakni 24 kali. Amplitudonya berkisar 2–33 mm, dengan selisih waktu tiba gelombang S-P 0,3–0,7 detik dan durasi 10 hingga 59 detik.

Rangkaian data itu sejalan dengan catatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) bahwa suplai magma masih berlangsung. Kondisi tersebut berpotensi memicu awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Untuk sektor selatan-barat daya, ancaman guguran lava dan awanpanas mencakup Sungai Boyong hingga 5 kilometer. Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng berpotensi terdampak hingga 7 kilometer.

Di sektor tenggara, Sungai Woro berisiko hingga 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer. Bila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Karena itu, masyarakat diminta tidak beraktivitas di kawasan potensi bahaya. Warga juga perlu mewaspadai lahar dan awanpanas guguran, terutama ketika hujan turun di sekitar Merapi.

Gangguan abu vulkanik akibat erupsi juga perlu diantisipasi. Menyiapkan masker dan pelindung mata di rumah adalah langkah sederhana yang bisa sangat berarti.

Jika aktivitas berubah signifikan, status Merapi akan segera ditinjau kembali. Warga diimbau mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan BPPTKG, serta tidak mudah percaya kabar yang belum jelas sumbernya.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : BPPTKG
merapi siaga Sleman Gunung Merapi BPPTKG Aktivitas Gunung Merapi