Turut Terdampak Kebakaran Trans Home, Warung Sabar Menanti Pilih Gratiskan Makanan untuk Damkar

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 20:51 WIB
SALING BANTU: Kondisi relawan yang makan di Warung Makan Sabar Menanti dalam kondisi gelap. (Foto: Delima Purnamasari/Radar Jogja)
SALING BANTU: Kondisi relawan yang makan di Warung Makan Sabar Menanti dalam kondisi gelap. (Foto: Delima Purnamasari/Radar Jogja)

SLEMAN - Aksi simpatik ditunjukkan pemilik Warung Makan Sabar Menanti saat terjadi kebakaran yang melanda tetangganya, Trans Home, di Jalan Jogja-Solo Km 11, Kalasan, Kamis (1/10/2026). Warung ini menggratiskan semua menunya untuk petugas pemadam kebakaran dan relawan yang terlibat pemadaman kebakaran.

Pantauan Radar Jogja hingga Kamis (1/10/2026) sore pukul 18.14, sudah tidak ada api yang terlihat, tetapi bangunan masih terus mengeluarkan asap. Besarnya api dari toko bangunan dan elektronik ini turut merembet pada Warung Makan Sabar Menanti yang tepat berada di samping Trans Home. 

Baca Juga: Van Gastel Minta Skuad PSIM Jogja Fokus Kumpulkan Poin di Tengah Persaingan Ketat Super League

Salah satu karyawan Warung Makan Sabar Menanti, Atik menjelaskan, sesuai arahan pemilik, seluruh makanan yang ada bisa dimakan secara gratis oleh relawan dan petugas yang menangani kebakaran ini. Dia sebut kebijakan ini diambil sebagai upaya timbal balik karena sudah dibantu dalam mengatasi musibah ini.

Lantaran, pemilik meyakini petugas pasti akan lapar dan lelah usai bertugas. "Kebakaran ada di belakang di atas. Kami kabur langsung, heboh. Alhamdulillah semua selamat," katanya saat ditemui di sela-sela melayani para relawan, Kamis (1/10/2026).

Dia bercerita Warung Makan Sabar Menanti ini menyediakan berbagai jenis masakan. Di antaranya, mangut lele, kering tempe, tahu goreng, sampai berbagai jenis sayur.

Baca Juga: Masih Evaluasi, PSIM Jogja Terus Mencari Formula Terbaik untuk Bermain

Dia tidak tahu pasti berapa porsi yang sudah dibagikan, hanya saja nasi di tiga magicom sudah tandas, sehingga saat itu yang lain hanya bisa makan lauk saja. Untuk minuman berupa air mineral juga bebas diambil.

"Kalau minum es kami enggak berani ke belakang. Ini semua juga mati lampu total," katanya.

Saat itu dia sebut sudah tidak ada api yang tampak. Hanya saja memang para pegawai masih takut mengecek kondisi terkini. Harapannya musibah ini bisa segera terlewati. "Alhamdulillah kalau habis makannnya. Semoga bisa cepat berjualan normal lagi," katanya. (del/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Trans Home Warung Makan Sabar Menanti relawan Kebakaran api