Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masih Evaluasi, PSIM Jogja Terus Mencari Formula Terbaik untuk Bermain

FA
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel. (Foto: Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel. (Foto: Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

Advertisement

JOGJA - Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel masih mencari formula terbaik timnya di BRI Super League 2026/2027. Meski sebagian besar pemain inti tetap mendapat kepercayaan dalam tiga pertandingan awal, persaingan di dalam skuad belum sepenuhnya berakhir.

Ia menyadari dalam perjalanan satu musim, dirinya harus menentukan siapa yang mendapat kesempatan bermain dan siapa yang harus menunggu. Karena itu, respons pemain terhadap keputusan tersebut juga menjadi bagian dari proses evaluasi.

"Di suatu saat tertentu, saya harus membuat keputusan siapa yang bermain dan yang tidak. Lalu menarik untuk melihat bagaimana tim akan bereaksi," kata Van Gastel, Kamis (1/10/2026).

Sejauh ini, Van Gastel masih mempertahankan kerangka utama permainan PSIM. Namun dia tetap membuka kemungkinan perubahan ketika kondisi pertandingan maupun kebutuhan tim mengharuskannya.

Salah satunya terlihat ketika PSIM menghadapi Madura United di pekan ketiga lalu. Absennya Adrian Purczycki karena kartu merah pada pertandingan sebelumnya melawan Persebaya membuat Van Gastel mengubah komposisi di lini depan, dengan menurunkan Adrian Dalmau dan Nermin Haljeta secara bersamaan sebagai penyerang sejak awal.

Advertisement

Kombinasi itu menjadi sesuatu yang berbeda dari kebiasaan Van Gastel. Sejak musim lalu, pelatih asal Belanda itu lebih sering memainkan satu penyerang sejak awal pertandingan dan baru menambah striker ketika PSIM membutuhkan gol atau mengejar ketertinggalan.

Van Gastel memang memberikan kesempatan kepada seluruh pemain untuk menunjukkan kemampuan sebelum menentukan pilihan utamanya.

"Saya melihat semua pemain dan memberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya. Dan, saya bisa membuat keputusan yang jujur siapa yang menjadi 11 pemain utama,"  ujarnya.

Proses tersebut juga tidak hanya berkaitan dengan kemampuan individu. Van Gastel memperhatikan kecocokan antarpemain dengan sistem yang ingin diterapkannya. "Yang jelas, kami fokus pada cara bermain yang kami mau, dengan skema kami," tuturnya.

Tiga pertandingan awal pun belum membuat seluruh pemain mendapatkan kesempatan. Yusaku Yamadera, Diandra Diaz, Ghulam Fatkur, Andy Irfan, Rendra Teddy, serta dua kiper Harlan Suardi dan Khairul Fikri belum mencatatkan penampilan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Van Gastel Bicara Kultur Tim PSIM, Cara Pemain Saling Memperlakukan Turut Jadi Perhatiannya

Van Gastel Bicara Kultur Tim PSIM, Cara Pemain Saling Memperlakukan Turut Jadi Perhatiannya

Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel tidak hanya menjadikan taktik dan kondisi fisik para pemain sebagai fondasi dalam membangun skuad. Cara pemain saling memperlakukan dan kultur yang berkembang di dalam tim juga me

Marvin Loria Belum Kembali ke Jogja, PSIM Beri Izin Perpanjangan Libur hingga Awal Oktober

Marvin Loria Belum Kembali ke Jogja, PSIM Beri Izin Perpanjangan Libur hingga Awal Oktober

Meski telah kembali latihan setelah menjalani libur sementara, PSIM Jogja masih belum diperkuat Marvin Loria dalam sesi latihan perdana setelah jeda kompetisi, Minggu (27/9/2026).

Bukan Sekadar Pelatih, Van Gastel Ingin Bantu PSIM Bangun Struktur dan Fundamental Klub

Bukan Sekadar Pelatih, Van Gastel Ingin Bantu PSIM Bangun Struktur dan Fundamental Klub

Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel kini tengah menjalani tahun kedua karir kepelatihannya bersama Laskar Mataram. Namun demikian, ia tidak melihat perannya di klub hanya sebatas mengurusi persoalan teknis tim di lap

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer