SLEMAN - Andi Suwarno tak ingin masa jabatannya sebagai Lurah Caturtunggal berhenti setelah menang dalam pemilihan pergantian antarwaktu (PAW). Ulu-ulu Caturtunggal itu memastikan akan kembali mencalonkan diri dalam Pemilihan Lurah (Pilur) Caturtunggal 2028.
Andi terpilih sebagai Lurah Caturtunggal setelah meraih 247 suara dalam PAW yang digelar Minggu (27/9). Ia mengungguli dua calon lainnya, Setiawan Rineksa yang memperoleh 157 suara dan Adib Arifiyanto dengan 16 suara.
“Iya, harus (maju Pilur, Red). Jadi sudah saya niatkan untuk mengabdi di Caturtunggal,” kata Andi seusai prosesi PAW di Universitas Negeri Yogyakarta kemarin (27/9).
Baca Juga: SMAN 1 Kasihan Menang Tipis atas SMA Negeri 11 Yogyakarta 26-25
Keputusan maju dalam PAW membuat Andi harus meninggalkan jabatan ulu-ulu yang masih memiliki sisa masa jabatan. Namun, masa jabatan sebagai lurah hasil PAW tetap diperhitungkan sebagai satu periode meski hanya tersisa sekitar dua tahun hingga Pilur 2028.
Karena itu, Andi mengaku telah menyiapkan diri untuk kembali mengikuti kontestasi Pilur pada 2028. “Kalau enggak lanjut pilur eman-eman. Hilang delapan tahunnya. Kalau jadi lurah dua kali kan sama saja,” ujarnya.
Baca Juga: Dukung Tim Berlaga, Gemuruh Semangat Supporter Budi Utama Meriahkan Tribun GOR UNY
Andi menyebut pengalaman selama 24 tahun sebagai pamong menjadi salah satu modalnya dalam mengikuti PAW. Selama bertugas, dia mengaku banyak berinteraksi dengan tokoh masyarakat dan berbagai unsur di Kalurahan Caturtunggal.
Dalam proses PAW, tim pendukungnya tidak mengandalkan pemasangan baliho maupun banner. Pendekatan dilakukan melalui penyebaran brosur serta komunikasi langsung dengan unsur masyarakat dan lembaga kalurahan yang memiliki hak suara dalam PAW.
Setelah terpilih, Andi mengatakan akan menggunakan masa jabatan yang relatif singkat untuk menjalankan sejumlah program. Dia menyebut perbaikan jalan dan penerangan jalan sebagai salah satu perhatian, sekaligus mendukung program prioritas Pemerintah Kabupaten Sleman.
Baca Juga: Buntut Keracunan MBG hingga Belum Ada SLHS. BGN Tutup Permanen Satu SPPG dan 24 Sementara di DIY
Caturtunggal, kata dia, memiliki posisi penting karena terdapat banyak objek pajak bernilai tinggi yang menjadi salah satu sumber pendapatan daerah.
Selain pembangunan fisik, Andi juga menyatakan ingin memperkuat kepercayaan masyarakat dalam pengawasan keuangan kalurahan. Dia berharap tata kelola keuangan dapat berjalan transparan dan mencegah terjadinya manipulasi maupun korupsi.
“Saya itu tidak mau eksklusif, saya pengen jadi lurah yang merakyat dan turun sendiri ke lapangan,” ujarnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman Alhalik mengatakan, PAW lurah digelar serentak di lima kalurahan Minggu (27/9). Selain Caturtunggal, PAW berlangsung di Kalurahan Sendangadi, Maguwoharjo, Candibinangun, dan Trihanggo.
Baca Juga: Buntut Keracunan MBG hingga Belum Ada SLHS. BGN Tutup Permanen Satu SPPG dan 24 Sementara di DIY
Hasil pemungutan suara menetapkan Isma Nur Pratama sebagai Lurah Sendangadi dengan 161 suara, Sunaryo sebagai Lurah Maguwoharjo dengan 177 suara, Atik Sunaryati sebagai Lurah Candibinangun dengan 96 suara, serta Totok Jaka Suwarta sebagai Lurah Trihanggo dengan 137 suara.
Seluruh PAW menggunakan mekanisme pemungutan suara. Tidak ada pemilihan yang menghasilkan keputusan melalui mekanisme mufakat. “Pelantikan kami jadwalkan pada 8 Oktober, tapi kami menunggu arahan dulu dari bapak bupati,” kata Alhalik.
PAW digelar karena empat lurah sebelumnya tersangkut perkara pidana. Sementara satu PAW lainnya, yakni di Sendangadi, dilakukan setelah lurah sebelumnya meninggal dunia pada Desember 2025. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita